Radika Paradise Songsong Pengembangan Wisata Gunungkidul

Radika Paradise
01 Oktober 2018 17:17 WIB Abdul Hamied Razak Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Dulu kawasan pesisir Gunungkidul belum menjadi hits. Saat ini, beragam destinasi wisata pantai mulai bertebaran termasuk resort-resort dan penginapan.

Salah satu resort yang Instagramable dengan fasilitas bertaraf internasional adalah Radika Paradise Villas & Cottages. Meski begitu, Budget Resort yang terletak di Tepus, Gunungkidul ini tetap menawarkan harga terjangkau.

"Ground breaking kami lakukan 10 Agustus 2017 lalu. Meski saat ini masih belum 100 persen selesai, sudah beroperasi," kata owner Radika Paradise Villas & Cottages Cyrillus Harinowo saat ditemui akhir pekan lalu.

Tersedia belasan Cottages di mana satu unitnya bisa menampung hingga enam orang. Cocok untuk keluarga yang ingin menginap. Resort ini menyediakan beberapa Villa dengan pemandangan yang eksotis dikelilingi perbukitan dan pantai. Untuk kegiatan event perkantoran atau komunitas, ada aula yang disediakan.

"Fasilitas kolam renang masih akan dibangun dengan target selesai tahun ini," kata Harinowo.

Keberadaan resort tersebut, menurut Harinowo salah satunya untuk menyongsong pengembangan wisata di Gunungkidul. Keyakinannya atas pengembangan destinasi wisata di Gunungkidul bukan tanpa alasan. Saat ini misalnya, pemerintah mengebut proses pembangunan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) agar bisa beroperasi pada April 2019 mendatang.

Pemerintah juga membangun akses besar-besaran ke pesisir Selatan Gunungkidul melalui Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Salah satu tujuannya, kata Harinowo untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. "Kalau JJLS beroperasi, tentu akan memperpendek waktu perjalanan dari NYIA. Kalau dari Jogja jarak tempuh bisa tiga jam, kalau dari NYIA lewat JJLS ke sini jarak tempuh hanya sekitar satu seperempat jam saja," katanya.

Harinowo mengatakan, meski belum sempurna Radika Paradise sudah melayani wisatawan asing seperti wisman asal Prancis, Belgia, Spanyol hingga Malaysia. Sebagai salah satu jujugan wisaman, dia mengetahui selera para wisman. Salah satunya tetap menonjolkan bangunan cottages yang bisa menyatu dengan alam. Reservasi penginapan tetap alamiah, menggunakan tiang panggung dan tidak merusak batuan perbukitan. Saat membangun resort tersebut, ia tidak mengeruk batuan dengan alat berat (eksavator) namun dilakukan secara manual.

"Meski resort ini baru tapi sudah menarik wisman. Saya yakin wisata di Gunungkidul akan menggelinding seperti bola salju yang terus membesar,” katanya.