2 Juta Warga Asing Pilih Korea Selatan untuk Berobat

Jumali
Jumali Selasa, 01 September 2026 09:17 WIB
2 Juta Warga Asing Pilih Korea Selatan untuk Berobat

Bendera Korea Selatan. - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Korea Selatan semakin menarik perhatian warga asing yang tidak hanya ingin berwisata, tetapi juga mencari layanan kesehatan. Sepanjang 2025, sebanyak 2,01 juta warga asing tercatat datang ke Korea Selatan untuk mendapatkan perawatan medis, gigi, hingga prosedur bedah.

Jumlah wisatawan medis tersebut melonjak 71,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Data itu menunjukkan besarnya pertumbuhan kunjungan warga asing ke Korea Selatan untuk memperoleh layanan kesehatan.

Mengutip JoongAng Daily, angka tersebut tercatat dalam laporan tahunan Institut Pengembangan Industri Kesehatan Korea (KHIDI). Data itu mencakup warga asing yang datang ke Korea Selatan untuk menjalani berbagai jenis perawatan kesehatan selama 2025.

China dan Jepang Jadi Pasar Terbesar

Dari lebih dari 2 juta wisatawan medis tersebut, warga China menjadi kelompok terbesar. Sebanyak 618.000 pasien atau 30,8% dari total wisatawan medis Korea Selatan berasal dari China.

Jepang menyusul dengan jumlah sekitar 600.000 pasien. Setelah itu terdapat sekitar 185.000 pasien dari Taiwan dan 173.000 pasien dari Amerika Serikat yang datang ke Korea Selatan untuk memperoleh layanan kesehatan.

Besarnya kunjungan dari negara-negara tersebut memperlihatkan bahwa layanan medis menjadi salah satu alasan warga asing datang ke Korea Selatan. Perjalanan mereka sekaligus berlangsung di tengah daya tarik Korea Selatan sebagai destinasi wisata.

Yoon Ji-hwan, profesor di Universitas Kyung Hee, mengatakan perkembangan tersebut berkaitan dengan meningkatnya persepsi mengenai kualitas teknologi medis Korea Selatan. Faktor lain yang dinilai berpengaruh adalah upaya rumah sakit dan klinik besar menyediakan panduan multibahasa serta meningkatkan kenyamanan pasien.

"Ini adalah hasil dari meningkatnya persepsi bahwa teknologi medis Korea berkelas dunia, dikombinasikan dengan fakta bahwa rumah sakit dan klinik besar telah membangun sistem panduan multibahasa dan meningkatkan kenyamanan perawatan," kata Yoon Ji-hwan, seorang profesor di Universitas Kyung Hee.

Perawatan Kulit Paling Banyak Diminati

Salah satu layanan yang banyak dicari wisatawan medis di Korea Selatan adalah dermatologi atau perawatan kulit. Pasien dari China dan Jepang menjadi kelompok yang menonjol dalam layanan tersebut.

Sekitar 459.000 pasien China menjalani perawatan dermatologi. Jumlah tersebut disusul sekitar 399.000 pasien dari Jepang.

Selain perawatan kulit, operasi plastik juga menjadi salah satu layanan yang banyak diminati wisatawan medis. Pada layanan bedah plastik, pasien asal Jepang menjadi kelompok terbesar dengan jumlah sekitar 97.000 orang.

Pasien dari China berada setelahnya dengan jumlah sekitar 57.000 orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya permintaan terhadap layanan kecantikan dan perawatan medis tertentu dari wisatawan kedua negara tersebut.

Kehadiran pasien asing dalam jumlah besar juga membuat layanan pendukung menjadi bagian penting dari pengalaman wisata medis. Panduan multibahasa yang tersedia di rumah sakit dan klinik besar menjadi salah satu faktor yang disebut berkaitan dengan meningkatnya kenyamanan pasien asing selama mendapatkan perawatan.

Pengeluaran Wisatawan Medis Capai Rp2,5 Triliun

Pertumbuhan wisata medis tidak hanya terlihat dari jumlah pasien yang datang. Data terpisah menunjukkan wisatawan medis asing juga memberikan kontribusi ekonomi yang besar melalui pengeluaran mereka selama berada di Korea Selatan.

Menurut The Korea Times, data Organisasi Pariwisata Korea (KTO) menunjukkan wisatawan medis asing menghabiskan 213,08 miliar won atau sekitar Rp2,5 triliun hanya dalam Juli 2025.

Pengeluaran tersebut meningkat 66,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Bahkan, nilai belanja wisatawan medis asing tercatat melampaui 200 miliar won selama lima bulan berturut-turut, mulai Maret hingga Juli 2025.

Rangkaian angka tersebut menempatkan wisata medis sebagai aktivitas yang tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan. Arus pasien asing juga membawa perputaran uang yang besar selama periode kunjungan mereka ke Korea Selatan.

Di sektor dermatologi, sebanyak 459.000 pasien China tercatat mendapatkan perawatan, kemudian diikuti 399.000 pasien Jepang. Sementara itu, pada layanan bedah plastik, terdapat sekitar 97.000 pasien Jepang dan 57.000 pasien China.

Pertumbuhan kunjungan dan pengeluaran tersebut berlangsung ketika Korea Selatan semakin dikenal sebagai salah satu tujuan wisata medis. Bagi warga asing yang datang untuk mendapatkan perawatan, layanan kesehatan menjadi bagian dari perjalanan mereka selain aktivitas wisata yang ditawarkan di negara tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online