BYD Hadapi Tekanan China, Sahamnya Anjlok Hampir 5 Persen
Saham BYD anjlok hampir 5% setelah kinerja semester I 2026 tertekan. Simak pendapatan, laba, ekspor, dan proyeksi BYD.
Ilustrasi paspor./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Saat hendak bepergian ke luar negeri, paspor menjadi salah satu dokumen yang paling penting untuk dibawa. Namun, selain berfungsi sebagai identitas resmi untuk melintasi batas negara, paspor juga memiliki karakteristik yang menarik untuk diperhatikan, salah satunya warna sampulnya.
Ada paspor berwarna merah, biru, hijau, hingga hitam. Pemilihan warna tersebut bukan karena adanya satu aturan internasional yang mengharuskan semua negara menggunakan warna tertentu, melainkan berkaitan dengan pertimbangan identitas nasional, sejarah, geografis, dan politik masing-masing negara.
Paspor sendiri merupakan dokumen identitas resmi yang dibutuhkan pelancong internasional. Tanpa dokumen tersebut, seseorang tidak hanya dapat mengalami kendala ketika melewati pemeriksaan imigrasi di negara tujuan, tetapi juga bisa kesulitan ketika memesan tiket transportasi dan melakukan reservasi akomodasi di luar negeri.
Empat Warna Dasar Paspor di Dunia
Tidak terdapat ketentuan global yang menetapkan warna khusus untuk sampul paspor. Setiap negara memiliki kebebasan menentukan warna yang dianggap sesuai dengan identitas nasionalnya.
Meski demikian, variasi warna paspor di berbagai negara pada dasarnya hanya terbagi dalam empat kelompok utama, yakni merah, biru, hijau, dan hitam. Hal tersebut dikonfirmasi Vice President of Marketing Arton Capital, lembaga pengelola basis data Passport Index, Hrant Boghossian.
Selain persoalan warna, paspor juga harus memenuhi tuntutan ketahanan fisik. Bahan yang digunakan harus dapat ditekuk serta mampu bertahan dalam rentang suhu ekstrem mulai -10 hingga 50 derajat Celsius dan kelembapan udara hingga 95%.
Warna merah merupakan salah satu yang banyak dijumpai, terutama di negara-negara kawasan Benua Eropa. Namun, terdapat sejumlah pengecualian, termasuk Kroasia dan Inggris yang mengalami perubahan warna paspor, dengan Inggris beralih warna setelah Brexit.
Warna hijau memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan negara-negara mayoritas Muslim. Indonesia, Arab Saudi, dan Maroko termasuk negara yang menggunakan warna tersebut, sementara beberapa negara di Afrika Barat juga memilih warna hijau untuk sampul paspornya.
Sementara itu, warna biru banyak digunakan oleh negara-negara yang masuk kategori kawasan "Dunia Baru". Amerika Serikat dan sejumlah negara di kawasan Karibia menjadi contoh negara yang menggunakan warna biru pada paspornya.
Adapun sampul berwarna hitam tergolong paling jarang ditemukan. Irak, Selandia Baru, serta sejumlah negara Afrika seperti Kongo, Botswana, dan Zambia termasuk negara yang menggunakan warna tersebut.
Isi Paspor Tidak Selalu Sesederhana Sampulnya
Jika sampul paspor umumnya terlihat formal dan relatif sederhana, bagian dalamnya justru dapat menyimpan desain artistik yang sangat beragam. Halaman-halaman tersebut dapat digunakan untuk menampilkan kekayaan budaya maupun keunggulan nasional negara penerbitnya.
Paspor Indonesia menjadi salah satu contohnya. Pada setiap halaman, terdapat ilustrasi yang menampilkan kekayaan alam dan budaya Nusantara. Dengan demikian, identitas Indonesia tidak hanya hadir melalui nama negara dan lambang pada paspor, tetapi juga melalui visual yang menghiasi bagian dalam dokumen tersebut.
Sejumlah negara bahkan menyimpan elemen visual yang tidak langsung terlihat dengan mata telanjang. Kanada, Inggris, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Norwegia diketahui menyematkan karya seni "rahasia" yang dapat terlihat secara visual ketika halaman paspor dipaparkan di bawah sinar ultraviolet atau UV.
Teknik tersebut membuat halaman paspor memiliki fungsi tambahan di luar informasi identitas dan perjalanan. Elemen visual yang tersembunyi menjadi bagian dari rancangan dokumen sekaligus menampilkan unsur kebudayaan dan identitas negara penerbitnya.
Paspor Finlandia Bisa Menampilkan Gerakan Rusa
Keunikan desain paspor juga dapat ditemukan di Finlandia. Negara Nordik tersebut merancang halaman dalam paspornya dengan konsep menyerupai animasi stop motion.
Ketika halaman-halaman paspor Finlandia dibalik dengan cepat, gambar seekor rusa yang terdapat di dalamnya akan tampak seperti sedang bergerak dan berlari.
Rancangan semacam itu membuat paspor memiliki sisi visual yang tidak langsung terlihat ketika dokumen hanya dibuka untuk pemeriksaan identitas atau cap perjalanan. Desainnya baru terasa ketika halaman-halaman tersebut dilihat secara berurutan dalam gerakan cepat.
Keberagaman desain tersebut memperlihatkan bahwa paspor tidak hanya hadir sebagai dokumen perjalanan yang memiliki fungsi administratif. Sampul dan halaman di dalamnya juga dapat membawa unsur identitas nasional, kekayaan budaya, serta karakter khas negara penerbit ketika dokumen tersebut dibawa oleh warga negaranya ke berbagai penjuru dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saham BYD anjlok hampir 5% setelah kinerja semester I 2026 tertekan. Simak pendapatan, laba, ekspor, dan proyeksi BYD.
Pokémon: Wild Card resmi diumumkan dan dijadwalkan tayang global pada 2027. Teaser perdana menampilkan Mimikyu dan pemain TCG misterius.
Jose Mourinho memberikan penghormatan kepada Lionel Messi setelah bintang Argentina itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.
Wakil presiden bukan jabatan wajib di setiap negara. Rusia, Korea Selatan, Prancis hingga Meksiko punya mekanisme suksesi tanpa wakil presiden.
Lee Know Stray Kids donasi US$69.000 (Rp1,23 miliar) untuk korban banjir Nepal melalui World Vision. Simak aksi kemanusiaan idol K-Pop ini selengkapnya.
Sebagai bentuk komitmen untuk terus hadir bersama masyarakat Indonesia, Sharp Indonesia memberikan bantuan bagi warga terdampak gempa NTT.