Candi Borobudur Kembali Dibuka hingga Lantai 9, Ini Aturannya

Jumali
Jumali Kamis, 29 Oktober 2026 14:07 WIB
Candi Borobudur Kembali Dibuka hingga Lantai 9, Ini Aturannya

Candi Borobudur - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kini kembali bisa mengakses area candi hingga lantai sembilan. Pembukaan akses tersebut dilakukan setelah pemugaran Mahastupa atau stupa utama selesai pada Sabtu (24/10/2026).

Sebelumnya, sejumlah area candi dibatasi selama proses pemugaran yang dimulai pada Rabu (16/9/2026). Pembatasan tersebut diberlakukan untuk mendukung pekerjaan konservasi sekaligus menjaga keamanan dan kelestarian struktur bangunan cagar budaya tersebut.

Informasi pembukaan kembali akses disampaikan melalui akun Instagram resmi Museum dan Cagar Budaya – Warisan Dunia Borobudur, @konservasiborobudur, sebagaimana dikutip Kamis (29/10/2026).

Lantas, bagaimana ketentuan kunjungan ke Candi Borobudur setelah pemugaran Mahastupa selesai?

Aturan Kunjungan Candi Borobudur Setelah Pemugaran

1. Wisatawan reguler bisa mengakses hingga lantai sembilan

Setelah pemugaran selesai, wisatawan reguler kembali dapat mengakses Candi Borobudur hingga lantai sembilan atau teras kedua.

Ketentuan ini berbeda dari aturan selama pemugaran berlangsung. Pada periode tersebut, wisatawan reguler dan pengunjung yang mengikuti kegiatan ziarah atau pilgrim hanya diperbolehkan naik hingga lantai delapan atau teras pertama.

Sementara itu, peserta program kunjungan matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset) sebelumnya sudah diperbolehkan mengakses area hingga lantai sembilan.

Dengan berakhirnya pemugaran, batas akses lantai sembilan kini kembali berlaku bagi wisatawan reguler maupun peserta program sunrise dan sunset.

2. Lantai sepuluh diperuntukkan bagi kegiatan keagamaan

Meski akses wisatawan umum telah kembali dibuka hingga lantai sembilan, lantai sepuluh atau bagian puncak candi tetap diperuntukkan bagi kegiatan keagamaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, wisatawan perlu memperhatikan batas akses yang telah ditetapkan saat merencanakan kunjungan ke Candi Borobudur.

Informasi mengenai ketentuan kunjungan terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi pengelola Candi Borobudur agar wisatawan memperoleh informasi yang sesuai sebelum datang.

Mengapa Mahastupa Candi Borobudur Dipugar?

Pemugaran Mahastupa dilakukan setelah pemantauan dan kajian teknis pada Agustus 2026 menemukan sejumlah permasalahan pada bagian puncak Candi Borobudur.

Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB) melakukan pemugaran yasti sekaligus konservasi Mahastupa. Hasil kajian menemukan pergeseran susunan batu, rongga, dan rekahan pada bagian yasti serta harmika. Selain itu, ditemukan kerusakan material pada stupa induk.

Yasti merupakan bagian berbentuk tiang di puncak stupa, sedangkan harmika adalah bagian yang terletak di antara badan dan puncak stupa.

Temuan tersebut menjadi dasar pelaksanaan konservasi untuk menjaga kestabilan struktur bangunan. Pekerjaan juga mencakup penanganan pelapukan dan penggaraman pada batu.

Penyelesaian pemugaran ditargetkan pada Sabtu (24/10/2026), dengan mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan. Setelah pekerjaan rampung, akses wisatawan ke area candi hingga lantai sembilan kembali dibuka.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online