Advertisement
Piknik ke Lanzhou Surganya Kuliner Halal di China
Suasana Pasar Malam di Kota Lanzhou, China, Jumat (6/7/2018) - Antara/M Irfan Ilmie
Advertisement
Harianjogja.com, LANZHOU—Kota Lanzhou ada di Provinsi Gansu, China. Di Jalan Zhengning di kota ini tiap malam berubah menjadi Para Malam Zhengning, surganya kuliner. Yang asik, makanan halal banyak ditemukan di sini.
Berbeda dengan restoran atau rumah makan halal lainnya di daratan Tiongkok, para pedagang di Kota Lanzhou tidak perlu mengumumkan label Qing Zhen atau halal di sana.
Advertisement
"Dari pakaian penjualnya saya sudah tahu kalau makanan mereka qing zhen," kata Liu Chun dari Kantor Berita Xinhua Biro Lanzhou Jumat (6/7/2018) lalu saat menyusuri Pasar Malam Zhengning, yang kebanyakan pedagangnya mengenakan pakaian putih dan kopiah haji dan sebagian pramusajinya perempuan-perempuan berkerudung.
Meski bukan seorang muslim, Liu sangat menyukai makanan yang dijual di pasar malam salah satu kota tertua di daratan Tiongkok itu. "Sate, kebab, mi, bubur, dan hampir semua yang dijual di sini saya suka," tutur pria itu sambil menyeruput sup ayam dari mangkuk kecil.
Selain murah dan banyak pilihan, makanan halal dimasak dan diproses lebih higienis, membuat orang-orang rela berjubel menyusuri Jalan Zhengning yang sempit itu hingga larut malam. Pasar Malam Zhengning juga menjadi tujuan wajib kunjung wisatawan atau siapa pun yang sempat menyinggahi Kota Lanzhou.
Bayar Pakai Barcode
Di sana, para pembeli biasanya memesan dulu jenis makanan yang diinginkannya di lapak-lapak yang ditunggui para pedagang pria berkopiah putih.
Setelah dibayar, tunai atau dengan memindai barkode Alipay atau WeChat di etalase pedagang, pembeli bisa memilih tempat duduk yang berderet di belakang lapak, tapi harus bersabar sampai kursi benar-benar kosong ditinggalkan oleh pembeli lainnya.
Pengunjung juga bisa langsung menuju restoran, kemudian memesan makanan kepada penjual di lapak melalui pelayan. Itu pun harus mengantre sampai ada kursi kosong di restoran tersebut. "Pasar ini tidak pernah sepi. Hampir setiap malam situasinya ya begini," kata Liu, yang lega mendapatkan kursi di salah satu restoran setelah mengantre setengah jam lebih.
Sampai malam larut pun, aroma daging kambing bakar masih tercium, dan suara alat-alat masak yang beradu masih terdengar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Kemitraan UMKM Sleman Diperkuat, 17 Perusahaan Gandeng 75 Pelaku Usaha
Advertisement
Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi
Advertisement
Advertisement
Advertisement



