PMII Desak Polda Jateng Bertanggung Jawab Atas Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
Seblak Produksi Ngemil Seblak
Harianjogja.com, JOGJA—Berdiri sejak pada 2016, Ngemil Seblak terus melahirkan inovasi-inovasi kekinian. Selalu ramai dikunjungi, kedai makanan ini menjadi salah satu tempat makan pedas favorit mahasiswa.
Berawal dari menjajal usaha di bidang clothing, Rani Eka Safitri, 24, terjun dalam dunia bisnis. Merasa tidak cocok berjualan pakaian, ia kemudian mencoba berjualan makanan. “Waktu itu awalnya saya jualan baju bertiga dengan teman saya, tapi rasanyajualan baju itu bukan passion saya waktu itu,” kata Eka belum lama ini.
Sempat menjadi karyawan di salah satu perusahaan, Eka iseng-iseng memasak seblak untuk teman-teman kantornya. Lulusan D3 Bahasa Korea Universitas Gadjah Mada (UGM) ini membuat seblak dengan kombinasi pasta cabai khas Korea atau biasa disebut gochujujang.
“Ternyata banyak yang suka kombinasi gochujang dengan kerupuk rebus, padahal waktu itu iseng buat seblak dengan bumbu Korea itu. Setelah itu salah satu teman menyarankan saya untuk berjualan seblak saja karena ada ciri khas,” tutur Eka.
Tidak menyangka seblak buatannya disukai banyak orang, Eka kemudian memantapkan diri membuka usaha di Jalan Selokan Mataran No. 61 Puren, Pringwulung, Sleman. Bermodalkan gerobak dan satu kios kecil untuk pengunjung, Eka dibantu temannya memulai usaha yang diberi nama Ngemil Seblak yang buka mulai pukul 13.00-22.00 WIB.
“Di Ngemil Seblak ada dua varian utama, yaitu seblak Sundanese dan Asian. Seblak Asian itu yang menggunakan tambahan bumbu serta topping khas Korea seperti odeng, kimchi, gurita dan tentunya gochujang. Pengunjung bisa menikmati seblak dengan tingkat kepadasan dari level 1 hingga 3,” tutur Eka belum lama ini.
Makanan khas Jawa Barat ini mulai dikembangkan dengan berbagai inovasi seperti yang Eka lakukan. Dengan topping beraneka ragam, Ngemil Seblak menjual produk yang dapat dijangkau mahasiswa. Untuk seblak original dipatok seharga Rp8.000 per porsi dan seblak dengan menu Asian mulai dari Rp13.000 per porsi. Selain seblak, ada beberapa menu tambahan seperti ceker dan sup pedas.
Seblak terbuat dari kerupuk yang direbus, bumbu cabai, dan berbagai topping lainnya. Pedasnya kuah seblak menjadi daya tarik konsumen pecinta pedas. “Kalau untuk bahan baku itu cenderung mudah didapatkan di Jogja. Beberapa bahan baku khas Korea itu saya dapat dari rekanan saya jadi tidak perlu ke Korea langsung,” ujarnya sambil tertawa.

Rani Eka Safitri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Maya Arina Pramudita
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
Como asuhan Cesc Fabregas membantai Lens 9-1 pada matchday keempat Liga Champions 2026/2027. Anastasios Douvikas mencetak hattrick.
MotoGP Qatar 2026 berlangsung 6-8 November di Sirkuit Lusail. Simak jadwal lengkap dan peluang Marc Marquez mengunci gelar juara dunia.
Enam wakil Indonesia berlaga di babak 16 besar Korea Open 2026, Kamis (5/11). Simak jadwal, lawan, dan perkiraan waktu pertandingan.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul mendorong sekolah membangun kebiasaan membaca minimal 15 menit setiap hari
AMI Awards 2026 digelar di Jakarta pada 4 November. Tulus dan Idgitaf mendominasi sejumlah kategori. Simak daftar lengkap pemenangnya.