Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Seblak Produksi Ngemil Seblak
Harianjogja.com, JOGJA—Berdiri sejak pada 2016, Ngemil Seblak terus melahirkan inovasi-inovasi kekinian. Selalu ramai dikunjungi, kedai makanan ini menjadi salah satu tempat makan pedas favorit mahasiswa.
Berawal dari menjajal usaha di bidang clothing, Rani Eka Safitri, 24, terjun dalam dunia bisnis. Merasa tidak cocok berjualan pakaian, ia kemudian mencoba berjualan makanan. “Waktu itu awalnya saya jualan baju bertiga dengan teman saya, tapi rasanyajualan baju itu bukan passion saya waktu itu,” kata Eka belum lama ini.
Sempat menjadi karyawan di salah satu perusahaan, Eka iseng-iseng memasak seblak untuk teman-teman kantornya. Lulusan D3 Bahasa Korea Universitas Gadjah Mada (UGM) ini membuat seblak dengan kombinasi pasta cabai khas Korea atau biasa disebut gochujujang.
“Ternyata banyak yang suka kombinasi gochujang dengan kerupuk rebus, padahal waktu itu iseng buat seblak dengan bumbu Korea itu. Setelah itu salah satu teman menyarankan saya untuk berjualan seblak saja karena ada ciri khas,” tutur Eka.
Tidak menyangka seblak buatannya disukai banyak orang, Eka kemudian memantapkan diri membuka usaha di Jalan Selokan Mataran No. 61 Puren, Pringwulung, Sleman. Bermodalkan gerobak dan satu kios kecil untuk pengunjung, Eka dibantu temannya memulai usaha yang diberi nama Ngemil Seblak yang buka mulai pukul 13.00-22.00 WIB.
“Di Ngemil Seblak ada dua varian utama, yaitu seblak Sundanese dan Asian. Seblak Asian itu yang menggunakan tambahan bumbu serta topping khas Korea seperti odeng, kimchi, gurita dan tentunya gochujang. Pengunjung bisa menikmati seblak dengan tingkat kepadasan dari level 1 hingga 3,” tutur Eka belum lama ini.
Makanan khas Jawa Barat ini mulai dikembangkan dengan berbagai inovasi seperti yang Eka lakukan. Dengan topping beraneka ragam, Ngemil Seblak menjual produk yang dapat dijangkau mahasiswa. Untuk seblak original dipatok seharga Rp8.000 per porsi dan seblak dengan menu Asian mulai dari Rp13.000 per porsi. Selain seblak, ada beberapa menu tambahan seperti ceker dan sup pedas.
Seblak terbuat dari kerupuk yang direbus, bumbu cabai, dan berbagai topping lainnya. Pedasnya kuah seblak menjadi daya tarik konsumen pecinta pedas. “Kalau untuk bahan baku itu cenderung mudah didapatkan di Jogja. Beberapa bahan baku khas Korea itu saya dapat dari rekanan saya jadi tidak perlu ke Korea langsung,” ujarnya sambil tertawa.

Rani Eka Safitri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Maya Arina Pramudita
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
27 Juli, peringati Kudatuli, Hari Sungai Nasional, dan Hari Orang Tua. Pelajari sejarah dan makna di balik tanggal penting ini.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.