KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Manuskrip Sunan Gunung Djati di Cirebon/Okezone
Harianjogja.com, CIREBON—Di Cirebon, Jawa Barat, nama Sunan Gunung Djati sangat dihormati. Selain seorang seorang wali yang menyebarkan agama Islam, ia adalah pemimpin dan pendiri Kesultanan Cirebon.
Kisahnya dimuat dalam bentuk manuskrip yang berusia ratusan tahun, dan salah satunya berada di Museum Situs Patilasan Panembahan Pasarean, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Ada hal menarik dari manuskrip tersebut. Selain makna dari tiap bait aksaranya yang berharga, manuskrip ini juga tidak bisa disentuh secara sembarangan. Jika nekat melakukan itu, maka bersiaplah untuk mengalami muntah darah yang bisa berujung kematian.
Hal itu pernah menimpa salah satu anggota keluarga R Hasan Ashari, 53, pimpinan museum dan masih memiliki darah bangsawan dari Keraton Kasepuhan serta Kanoman.
Hasan menceritakan awal mula kejadian itu. Dulu mendiang kakeknya secara tidak sengaja membuka peti yang berisi ratusan manuskrip. Ketika membukanya, si kakek langsung muntah darah.
"Saat itu, mungkin karena faktor tidak tahu, kakek saya asal buka saja peti itu dan seketika ia muntah darah," ujar Hasan belum lama ini.
Sebelumnya banyak dari masyarakat awam menganggap, bahwa manuskrip itu memiliki kekuatan ghaib. Namun menurut Hasan, hal itu terjadi karena demi menjaga agar naskah itu bisa bertahan lama, para leluhurnya menaburkan semacam zat kimia dengan dosis tinggi pada setiap lembarannya.
Manuskrip itu biasanya ditulis dengan aksara Kawi, Carakan, ataupun Arab Pegon. Jumlah manuskrip yang tersimpan di lokasi tersebut mencapai ratusan. Namun sayangnya, karena sebelumnya masyarakat tidak begitu paham, beberapa dari peninggalan sejarah itu nampak tidak terawat dengan baik. Ada yang hilang termakan rayap, ada juga yang terbakar.
"Banyak dari lembaga-lembaga yang datang ke sini, namun belum ada yang serius untuk menelitinya. Pihak kami bukannya tidak ada yang bisa menerjemahkan, tapi untuk mengorek makna dari naskah itu harus dilakukan secara tekun dan hati-hati," katanya.
Lebih jauh lagi, selain keadaan beberapa manuskrip yang sobek, kondisi museum serta Situs Patilasan pun sangat ala kadarnya. Pemerintah Daerah sebenarnya sudah memperhatikan, tetapi belum total untuk membantu secara finansial.
Demi menjaga kelestariannya, ia bersama beberapa rekannya bergotong royong dan dengan uang pribadi, mendanai setiap biaya perawatan benda-benda pusaka, serta koleksi manuskrip di tempat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.