Iuran BPJamsostek Turun, Pekerja Pamsimas di Jogja Dapat JKK dan JKM
Pekerja Pamsimas 2026 di DIY mendapat perlindungan JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan. Iuran turun menjadi Rp8.400 per orang.
Nik Lis penjual nasi kapau di Bukittinggi, Sumatra Barat/Okezone
Harianjogja.com, BUKITTINGGI—Piknik ke Bukittinggi, Sumatra Barat tak lengkap rasanya jika tak mencicipi hidangan lokal. Salah satu yang legendaris adalah nasi kapau.
Warung penyaji nasi kapau salah satunya adalah Nasi Kapau Ni Lis tempatnya di dekat kawasan Tugu Jam Gadang.
Ni Lis menjelaskan bahwa jam-jam makan siang memang selalu ramai didatangi pemburu makanan. Bicara menu apa yang paling banyak diincar dari nasi kapau, Ni Lis menjelaskan bahwa ada tiga menu yang disukai.
"Menu makanan yang paling banyak diincar itu adalah kikil, dendeng kariang, dan tanjung," ucapnya belum lama ini.
Ni Lis kemudian menuturkan perbedaan nasi kapau dengan nasi padang pada umumnya. Hal paling jelas terlihat adalah di nasi kapau tidak ada lauk ikan laut. Jadi, menu-menu yang disajikan itu biasaya ayam, sapi, atau juga telur. Di beberapa rumah makan nasi kapau juga menyediakan baluik kariang (belut kering).
"Selain tidak ada menu ikan laut, cara menjual nasi kapau juga berbeda dengan nasi padang yang ditempatkan di etalase. Jadi, nasi kapau itu ditempatinnya berjejer menurun kayak gini, masih tradisional lah," kata Nik Lis yang sudah lama berjualan nasi kapau.
Ada hal penting yang kemudian sangat membedakan nasi padang dengan nasi kapau. Adalah cara membuat makanannya. Ya, ternyata nasi kapau itu dibuatnya masih sangat tradisional. Jadi, masaknya itu masih menggunakan kayu.
"Ini yang bikin rasa nasi kapau lebih nikmat dibandingkan nasi padang. Selain rasa yang lebih enak, biasanya makannya jadi lebih harum," ujar Nik Lis.
Nasi kapau secara detail disajikan dengan cara menyiram nasi dengan kuah kikil, kuah hati, dan kuah ayam. Setelah itu, di piring yang sama, penjual akan meletakkan sayur nangka, kacang panjang, ubi kering, lobak, dan jika beruntung Anda akan menemukan jengkol di antara sayuran tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Pekerja Pamsimas 2026 di DIY mendapat perlindungan JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan. Iuran turun menjadi Rp8.400 per orang.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.