Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Salah satu joglo di Kampoeng Joglo Homestay. /Ist- Dok Kampoeng Joglo Homestay
Harianjogja.com, JOGJA- Kampoeng Joglo Homestay menggelar media dan travel agent gathering dengan tujuan menjalin silaturahmi dengan influencer, media lokal maupun nasional dan travel agent se-DIY.
Deny Octanugraha, pemilik Kampoeng Joglo Homestay mengatakan penginapan yang memulai langkah di tahun 2018 ini turut meramaikan penyediaan tempat menginap dengan konsep klasik etnik Jawa.
Material yang digunakan oleh Kampoeng Joglo Homestay adalah rumah joglo yang merupakan warisan original budaya Jawa sejak tahun 1700-an yang di-finishing dengan menggunakan bahan dasar ramah lingkungan.
Ada empat joglo yang tersedia Kampoeng Joglo Homestay yang ada di Gadingan, jalan Kaliurang Km 10 tersebut, yakni Parang Garudo, Pringgodani, Madukoro, dan Limas Plongko Wati.
Ia menambahkan media dan travel agent gathering yang digelar pertama kali ini dikemas dalam tema “Etnik Jawa” dengan tujuan memperkenalkan properti dan warisan budaya khususnya Jogja.
"Kami sekaligus memberikan edukasi kepada pihak terkait mengenai bangunan dan sejarah asli suku Jawa yang wajib dilestarikan," katanya, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (24/1/2019).
Surya Dharma Ass. General Manager Kampoeng Joglo Homestay menambahkan kegiatan yang digelar pada Selasa (22/1/2019) ini mengundang para travel agent dan media di DIY.
Pihaknya berharap mereka bisa membantu mengenalkan Kampoeng Joglo Homestay kepada para turis dan para audiens media masing-masing. "Menjadi penginapan yang baru buka pada Desmeber, kami perlu melakukan pengenalan agar lebih dikenal masyarakat," katanya.
Selain jamuan makan malam dengan sajian menu istimewa, para tamu juga menikmati hiburan musik akustik Jawa serta bagi tamu yang beruntung juga memenangkan voucher menginap dan hadiah menarik lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 km pada 8 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan tetap waspada.
Indonesia mendorong standar global AI yang fleksibel dan inklusif agar tidak membebani UMKM di negara berkembang.
Kasus DBD di Bantul turun drastis jadi 35 kasus tanpa kematian. Warga diminta waspada ISPA, influenza, dan iritasi mata.
DFC melihat peluang investasi di Indonesia, mulai dari energi nuklir hingga infrastruktur dan jasa keuangan.
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.