Piknik ke Kota Batu Wajib Petik Buah

Wisata petik buah/Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
24 April 2019 08:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Wisata Share :

Harianjogja.com, MALANG—Kota Batu di Jawa Timur yang dingin kini menjadi tujuan wisata favorit banyak orang. Tak hanya bisa menikmati pemandangan alam yang indah, di Kota Batu Anda juga bisa menikmati wisata petik buah.

Akhir Maret lalu, Harian Jogja dan sejumlah awak media di DIY berkesempatan ke Kota Batu. Perjalanan dimulai pukul 24.00 WIB, menggunakan bis ditemani lampu temaram jalanan. Sekitar tujuh jam diperjalanan kami sampai di Kota Batu dan singgah sejak untuk sekedar bersiap membersihkan diri, dan menyantap sarapan di salah satu tempat makan di Kota Batu.

Banyak yang masih beranggapan Kota Batu merupakan bagian dari Kabupaten Malang, anggapan itu pun sebenarnya tidak terlalu salah. Dulu Kota Batu merupakan bagian dari Malang, lalu kemudian ditetapkan menjadi kota administratif pada 6 Maret 1993.

Kota Batu resmi ditetapkan menjadi Kota Otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang pada 17 Oktober 2001. Seiring berjalannya waktu, Kota Batu terus berkembang salah satunya di sektor pariwisata.

Kondisi geografis Kota Batu yang merupakan dataran tinggi dengan banyak pepohonan di sepanjang jalan menuju pusat Kota Batu menjadikan suasana Batu sejuk dan membuat betah wisatawan yang penat dengan rutinitas pekerjaan untuk berlama-lama ada di sana. Pilihan wisata di Batu juga beragam, mulai dari wisata sejarah, wisata edukasi, wisata keluarga dan argowisata.

Salah satu lokasi wisata yang menjadi khas Kota Batu yaitu wisata petik apel. Potensi buah apel dan perkebunan apel yang melimpah membuat kelompok kelompok tani mengonsep menjadi wisata petik apel. Penjualan buah apel dengan paket wisata petik itu sedikit banyak, meningkatkan pembelian buah apel. Selain pula mencegah anjloknya harga saat panen raya.

Salah satu wisata petik apel yaitu di New Mitra Apel, yang kami kunjungi berlokasi Jalan Bukit Berbunga No.207, Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Untuk menuju ke tempat ini wisatawan memerlukan waktu kurang lebih 20-25 menit dari pusat Kota Batu.

Anda disarankan tidak menggunakan kendaraan yang terlalu besar atau bus. Mengingat kondisi jalan yang tidak terlalu luas, pengunjung lebih disarankan menggunakan kendaraan roda dua, atau angkot yang telah disediakan menuju lokasi petik apel. Kami pun memutuskan untuk menggunakan angkot yang telah menjemput.

Sesampainya di lokasi ini, kami dipandu oleh pengelola di sana. Wisatawan yang datang akan dikenalkan dengan beberapa jenis apel yang ada. Mulai dari apel manalagi yang memiliki rasa manis asam, dengan ciri kulitnya berwarna kuning kemerahan.

Kemudian ada yang memiliki warna hijau, dan manis yaitu apel anna, dan satu lagi apel rome beauty, kulitnya berwarna hijau dan memiliki garis merah dan rasanya manis.

Di tempat ini wisatawan dibebaskan makan sepuasnya di kebun tanpa perlu membayar. Hanya saja jika ingin membawa untuk buah tangan, wisatawan harus membayar Rp25.000/kg, dimana pemilik kebun telah menyiapkan timbangan di pintu keluar.

Tidak hanya agrowisata, bagi keluarga yang ingin mengajak anaknya berwisata sekaligus sebagai media pendidikan, dan mengunjungi salah satu objek wisata di Kota Batu ini, yaitu Jatim Park 3 atau disebut juga Dino Park. Di lokasi ini wisatawan seakan diajak mundur melihat kehidupan dinosaurus ratusan juta tahun lalu di masa pra sejarah.

Kami pun singgah di Jatim Park 3 untuk merasakan liburan ala Jurrasic Park yang menyuguhkan beberapa titik atraksi, salah satu yang utama yaitu pengunjung akan diajak merasakan lima zaman prasejarah dari Zaman Permian hingga zaman Ice Age, dengan narasi yang informatif memastikan Anda mengenal satu per satu dinosaurus.

Tidak perlu lelah berjalan kaki untuk mengelilingi lima zaman itu, karena disediakan kereta terbuka yang mengantarkan pengunjung melewati lima zaman itu. Sebelumnya pula diputarkan film sebagai pengantar perjalanan. Tidak hanya jelajah lima zaman itu kami menikmati beberapa atraksi lainnya seperti The Rimba, Ice Age, life with dino dan berbagai atraksi dan tempat selfie lainnya seperti di jembatan akar maupun di kerangko dino.

Museum Angkut

Kami melanjutkan perjalanan ke museum angkut. Suasana mendung diiringi rintik hujan tidak menyurutkan semangat. Di tempat ini para wisatawan disuguhkan berbagai koleksi jenis dan merk kendaraan dari tahun ke tahun, zaman ke zaman.

Butuh waktu yang cukup panjang untuk mengelilingi dan melihat seluruh koleksi yang ada di museum angkut ini. Pasalnya ada lebih dari 300-an koleksi ada di sini, mulai dari mobil, motor, ada juga pesawat dan kendaraan lainnya. Berbagai kendaraan yang unik dan jarang ditemui menjadi serbuan kami untuk menjadi objek foto.

Setelah puas menikmati kamipun menuju perjalanan ke hotel di pusat Kota Batu untuk melepas lelah setelah melakukan perjalanan dari Jogja ke Batu dan menikmati berbagai wisata. Malam hari sembari menyantap makanan PT GMS dan awak media, menyanyi bersama mengakrabkan sesama. Tak terasa malam semakin larut kamipun kembali ke hotel untuk beristirahat.

Minggu (31/4) menandakan waktunya kami untuk kembali ke Kota Jogja, namun sebelumnya kami menyempatkan membeli oleh-oleh khas mulai dari berbagai olahan apel seperti keripik, minuman, dodol dan berbagai oleh-oleh lainnya.

Awak media yang turut dalam perjalanan ini bersama-sama juga dengan PT. Garuda Mitra Sejati (GMS) yang merupakan perusahaan dari Jogja City Mall, The Rich Jogja dan Sleman City Hall. Tour Media Gathering ini sebagai wujud sinergitas antara PT. GMS dengan awak media.