Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Warga mengunjungi Gedung Lembu Sora, Kompleks Pemkab Boyolali, Jumat (7/6/2019). (Solopos-Nadia Lutfiana Mawarni)
Harianjogja.com, BOYOLALI--Kabupaten Boyolali dikenal dengan Kota Susu-nya Jawa Tengah. Mudik Lebaran pun menjadi kesempatan bagi pemudik untuk mengunjungi dan mengabadikan foto bersama di ikon Boyolali, yaitu sapi ndhekem.
Hal itu dirasakan oleh Ahmad Husein, 40, laki-laki asal Boyolali yang sehari-hari tinggal di Surabaya. Pada Jumat (7/6/2019 ) Ahmad bersama istri dan dua buah hatinya yang masih duduk di sekolah dasar menyempatkan diri datang ke kawasan Alun-alun Kidul, Kompleks Perkantoran Pemkab Boyolali.
“Yang dicari tentu saja patung sapi ndhekem,” ungkap Ahmad.
Bukan hanya Ahmad, ratusan warga terlihat memadati kawasan Alun-alun Kidul Boyolali. Sisi utara alun-alun bahkan dipenuhi mobil berpelat luar Boyolali seperti Jogja, Solo, dan Semarang.
Ahmad Husein bersama keluarganya berpose aneka gaya di sekeliling patung sapi setinggi 18 meter tersebut. Dia bahkan tak sungkan meminta tolong kepada pengunjung lain untuk menjepretkan aktivitasnya bersama keluarga.
Tak puas hanya berfoto, kedua buah hati Ahmad menuju ke pintu kaca di perut sapi. Mereka memincingkan mata berharap dapat melihat isi perut sapi tersebut. Hal serupa juga dilakukan sejumlah pengunjung lain.
Beberapa dari mereka bahkan berusaha menggeser pintu kaca untuk membuka pintu. Sayang, warga kecewa karena rasa penasaran mereka untuk melihat isi perut sapi tak tertuntaskan.
Patung Lembu Sora atau lebih dikenal dengan sapi ndhekem diresmikan Bupati Boyolali, Seno Samodro, pada 2015 silam. Sejak saat itu Lembu Sora menjadi ikon yang identik dengan Kota Susu.
Ahmad mengaku sengaja memilih patung Lembu Sora karena letaknya yang terjangkau dari kampung halamannya di Cepogo, Boyolali.
“Lagipula sejak 2015 keluarga baru dua kali foto-foto di sini,” imbuhnya. Tahun ini Ahmad dan keluarganya harus menelan kekecewaan yang sama karena gagal mengintip isi perut lembu sora.
Pengunjung lainnya, Maryani, 35, mengungkapkan kekecewaan serupa. Warga Sawit, Boyolali, itu juga belum pernah melihat isi patung sapi. Padahal, ikon kota di kawasan alun-alun tersebut kerap menjadi jujugannya ketika ada saudara berkunjung.
“Jadinya malah bingung sendiri kalau ditanya itu patung buat apa,” ungkap Maryani. Dia berharap di masa-masa liburan seperti sekarang pintu di perut patung sapi yang biasanya tertutup bisa dibuka untuk menuntaskan rasa penasaran warga.
Diberitakan sebelumnya, patung sapi perah di Alun-alun Kidul Boyolali menjadi ikon wisata kekinian. Patung Lembu Sora itu sebenarnya merupakan gedung pertemuan. Di sekitarnya terdapat kantor bupati yang berbentuk seperti Istana Negara serta gedung DPRD mirip gedung DPR Senayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.