11.000 Penerima Bansos Dicoret karena Judi Online
Mensos Gus Ipul menyebut lebih dari 11.000 penerima bansos dicoret karena terindikasi terlibat judi online pada 2026.
Seorang pengunjung sedang memandangi gawainya dengan latar belakang hamparan kembang tebu di Dusun Gendu, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo pada Jumat (14/6/2019). /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO--Hamparan tebu di Dusun Gendu, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo kini menjadi daya tarik wisata baru di Kulonprogo. Pemandangan khas pegunungan Menoreh membuat banyak orang tertarik sekadar mampir menikmati keindahan alam.
Ketua Unit Pengelola Kebun Tebu Gendu, Adi Warsito mengatakan, hamparan tebu itu banyak didatangi pengunjung terutama orang-orang yang ingin berfoto dengan latar pemandangan bagus. Sejak bunga dari hamparan tebu itu muncul dari Maret, tempat itu banyak didatangi pengunjung.
Dalam seharinya, jumlah pengunjung bisa sampai 200 orang. "Sementara untuk hari libur bisa meningkat antara 500 sampai ribuan orang. Kebanyakan mereka datang untuk berfoto karena memang sudah kami sediakan spot," ujar Adi pada Jumat (14/6/2019).
Saat bulan puasa lalu, pengunjung banyak berdatangan saat matahari mulai lindap menjelang adzan magrib atau untuk waktu ngabuburit. Sedangkan setelah bulan puasa, banyak pengunjung datang tatkala matahari terbit.
Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp2.000 untuk parkir motor dan Rp5.000 bagi pengguna mobil. Pengelola juga menyiapkan kotak sukarela bila pengunjung ingin menyumbangkan dana seikhlasnya guna perawatan sejumlah spot foto yang dibuat swadaya oleh pengelola. "Rencananya mau kami tambah [spotnya]," tutur Adi.
Menurutnya, bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan hamparan tebu itu sebaiknya datang sebelum masuk bulan Juli. Di bulan Juli nanti, diperkirakan bunga akan mulai berguguran. Bunga hanya bertahan empat bulan sejak mekar di Maret.
Salah satu wisatawan, Rahman, 24 tahun mengaku sengaja datang dari Sleman hanya untuk menikmati hamparan kembang tebu tersebut. Informasi wisata hamparan tebu itu ia peroleh dari media sosial. "Awalnya karena saya penasaran, jadi ke sini coba buktikan bagus apa enggak, ternyata memang bagus," kata dia.
Namun, menurutnya, tempat ini perlu penambahan fasilitas. Seperti spot foto yang diperbanyak dan toilet. Jika perlu, bisa ditambahkan pula musala agar memudahkan wisatawan beragam islam untuk menunaikan kewajiban agamanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.