Advertisement
Menikmati Gurih Manis Sate Kere di Warung Klangenan Jogja
Sate kere. - Harian Jogja/Riri Rahayuningsih
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-- Bicara kuliner, Jogja tidak akan kehabisan pilihan. Berbagai kuliner dari berbagai kalangan tersedia di Kota Gudeg ini. Salah satunya sate gembus. Belakangan, jenis kuliner satu ini booming setelah dinikmati Presiden Joko Widodo di Waroeng Klangenan, Jogja.
Sate kere adalah sebutan sajian sate yang terbuat dari tembe gembus, yaitu tempe dari ampas tahu. Oleh karena tidak terbuat dari daging malah dari ampas tahu yang harganya jauh lebih murah, sate gembus sering disebut dengan sate kere. Sate enak ini pun menjadi kuliner yang merakyat.
Advertisement
Dari segi rasa, sate gembus ini mirip sekali dengan rasa tempe. Perbedaannya hanya terletak pada teksturnya yang lebih lembut.
Di Warung Klangenan, pengunjung bisa menikmati sate gembus dengan sensasi yang lebih seru. Pasalnya, di warung yang berlokasi di Jalan Patangpuluhan No. 28, Wirobrajan, Jogja ini pengunjung bisa memanggang sendiri sate gembus yang mereka pesan. Konsep yang dihadirkan di Warung Klangenan memang demikian.
BACA JUGA
Pengunjung mengambil menu di prasmanan, lantas pelayan memberikan alat pemanggang kecil ke meja, lengkap dengan kipas dan bumbunya.
Warung Klangenan sejatinya merupakan warung angkringan yang dikonsepkan secara lebih modern. Jadi, bentuknya tidak berupa gerobak seperti angkringan pada umumnya, melainkan seperti kafe. Meski lebih modern, harga yang ditawarkan di warung yang berdiri sejak 2013 ini tetap murah.
Satu tusuk sate gembus dihargai sebesar Rp1.000. Selain sate gembus, warung ini juga menawarkan menu angkringan lain dengan harga mulai dari Rp1.000 sampai Rp3.500.
Warung Klangenan buka setiap hari mulai puku 10.00 WIB untuk menu prasmanan. Sementara untuk menu angkringan baru buka mulai pukul 16.00 sampai 23.00 WIB. Jadi, pengunjung baru bisa menikmati sate gembus di Warung Klangenan setelah pukul 16.00 WIB.
“Orang kalau ngangkring kan biasanya sore atau malam. Nah, kenapa kami juga buka pagi itu karena banyak orang, seperti karyawan kantor atau mahasiswa yang ingin makan sambil mengobrol dengan teman-temannya,” kata Satya, salah satu pemilik Warung Klangenan.
Saban hari Warung Klangenan menyediakan menu sebanyak 200 hingga 300 porsi per item. “Karena proses produksi menunya tidak terlalu memakan waktu lama, biasanya kalau sudah mau habis kita produksi lagi,” kata Satya.
Selain menyediakan menu di lokasi, Warung Klangenan juga menerima pesanan. Biasanya pesanan datang untuk keperluan ulang tahun hingga rapat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Advertisement
Rahasia Kamar Tidur Harum Alami: Dari Ventilasi hingga Minyak Esensial
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








