Kedung Pedut Kembangkan Wisata Edukasi Bukit Kembang Sebantung

Suasana di objek wisata edukasi Bukit Kembang Sebantung yang lokasinya tidak jauh dari lokasi Air Terjun Kedung Pedut pada Jumat (19/7/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
21 Juli 2019 12:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Wisata Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Selain wisata air terjun di Kedung Pedut, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, kini pengunjung bisa menikmati wisata edukasi di Bukit Kembang Sebantung. Lokasinya sekitar 100 meter dari lokasi air terjun.

Lokasinya yang berada di kawasan perbukitan Menoreh membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sekretaris pengelola objek wisata Air Terjun Kedung Pedut, Septiantoro mengatakan, wisata Bukit Kembang Sebantung sudah mulai ramai didatangi wisatawan tahun ini. Wisata edukasi itu menjadi salah satu alternatif bagi pengunjung yang mau ke Kedung Pedut.

"Konsepnya wisata edukasi, wisatawan juga bisa outbond, ada sepeda langit, bersepeda seperti terbang. Pengunjung yang mau ke Kedung Pedut jadinya tidak hanya menikmati air terjun saja tapi juga bisa wisata edukasi," jelas Septian pada Jumat (19/7/2019).

Ia mengatakan, lahan yang digunakan untuk wisata edukasi itu dari tanah kas desa. Bukit Kembang Sebantung sudah dari tahun lalu dibangun. Biaya pembangunannya tidak hanya dari pengelola saja, tapi juga mendapatkan bantuan dari pihak ketiga. Mulai dari gazebo dan taman dibangun di kawasan perbukitan.

Pada Maret lalu berbagai infrastruktur di Kedung Pedut mengalami kerusakan karena longsor. Wisata Air Terjun Kedung Pedut tidak bisa dipakai sementara. "Selama perbaikan di Kedung Pedut lalu, pengunjung tetap bisa berwisata, tidak jauh dari lokasi Air Terjun Kedung Pedut ada Bukit Kembang Sebantung yang dijadikan alternatifnya," tuturnya.

Selama libur lebaran dan libur sekolah objek wisata itu cukup ramai dikunjungi, terutama dari keluarga yang ingin memanfaatkan waktu liburan sekolah. "Pengunjung paling banyak biasanya dari Jawa Timur, Semarang atau Solo," ujarnya.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekertariat Daerah Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono mengatakan, di Desa Jatimulyo, banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Apalagi menurutnya, dengan adanya proyek Bedah Menoreh yang menjadi penghubung Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dengan kawasan wisata Borobudur, objek wisata di kawasan Menoreh harus disiapkan.

"Di Kulonprogo ini ada 38 potensi wisata baru yang bisa dikembangkan. Apalagi dengan adanya Bandara YIA, Kawasan Utara atau kawasan Menoreh ini jangan sampai kalah, sudah disiapkan program Bedah Menoreh, tinggal objek wisatanya yang dikembangkan," kata Bambang.