Tarik Minat Wisatawan, Kuil di Jepang Pajang Gambar Pria Telanjang

Kuil di Jepang Pasang Karya Seni Erotis Untuk Menarik Pengunjung - youtube.com/
11 Agustus 2019 03:37 WIB Newswire Wisata Share :

Harianjogja.com, NIAGATA- Salah satu kuil di Jepang memasang gambar lelaki telanjang demi menarik minat wisatawan berkunjung, namun berujung kontroversi.

Kuil khas Jepang merupakan salah satu destinasi yang senantiasa menarik minat turis. Namun, di saat bersamaan, ada pula kuil di Jepang yang mengeluh jika jumlah warga yang berkunjung mengalami penurunan.

Hal inilah yang terjadi pada salah satu kuil di Prefektur Niigata, Jepang. Dari tahun ke tahun, jumlah generasi muda yang berkunjung ke kuil mengalami penurunan.

Solusinya, kuil ini pun berusaha mempercantik diri dan membuat tampilan bangunan mereka lebih menarik.

Namun, bukannya diapresiasi, kuil yang bernama Kokujoji ini malah menuai kontroversi akibat ide mereka.

Bagaimana tidak, kuil Kokujoji tersebut diketahui memilih untuk memasang seni erotis demi menarik pengunjung, seperti dilaporkan Nextshark.

Menurut Kotetsu Yamada, pimpinan biksu di kuil ini, seni erotis tersebut ditujukan bagi generasi muda khususnya perempuan.

Seni yang dimaksud sendiri adalah lukisan para pria yang ada dalam sejarah dan mitologi Jepang tengah mandi bersama di onsen.

Seperti kita tahu, onsen memang mengharuskan siapa pun yang masuk ke dalamnya untuk bertelanjang.

Selain mengambil tema yang tergolong erotis ini, Kotetsu Yamada juga meminta seniman bernama Ryoko Kimura untuk menghasilkan gambar pria yang tampan dan mirip di anime.

Hasilnya, kuil Kokujoji memang sukses menarik perhatian orang-orang dan meningkatkan jumlah pengunjung.

Di sisi lain, para anggota dewan pendidikan di kota tersebut mengkritik kebijakan sang biksu yang dianggap belum meminta izin.

Bahkan, mereka pun sudah meminta kuil yang bersangkutan untuk menyingkirkan panel lukisan erotis yang dianggap tidak cocok bagi anak-anak tersebut.

Terlepas dari kontroversi yang ada, kuil Kokujoji sendiri menegaskan bahwa mereka akan tetap memasang karya seni tersebut meski ini artinya mereka akan kehilangan status sebagai bangunan peninggalan budaya.

Sumber : Suara.com