Ciri Khas 7 Destinasi Wisata Dunia yang Belum Banyak Diketahui

Pemandu wisata - freetoursydney.com.au
19 Desember 2019 03:27 WIB Mia Chitra Dinisari Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Seringkali, turis belum paham ciri khas lainnya dari tempat wisata dunia yang mereka kunjungi.  Studi independen IHG yang dilakukan oleh InterContinental® Hotels & Resorts yang dilakukan di New York, London, Paris, Shanghai, Dubai, Sydney dan kota Meksiko, mengungkapkan para wisatawan hanya mengetahui sedikit hal di kota yang mereka kunjungi.

Lebih dari tiga perempat (77%) mengatakan mereka merasa wajib untuk mengunjungi situs wisata paling populer, tetapi 75% dari mereka menyatakan keinginannya untuk memiliki pengalaman yang lebih dari sekedar mengunjungi tempat-tempat popular. Mereka ingin menjelajahi kota-kota tersebut seperti penduduk lokal yang mengetahui lebih banyak informasi akan tempat-tempat ataupun aktifitas lokal unik yang dapat dilakukan di kota tersebut.

 Selain itu, analisis dari unggahan di Instagram menemukan bahwa Menara Eiffel di Paris adalah situs wisata yang paling banyak diposting, mewakili 10% dari semua unggahan di seluruh dunia. Istana Buckingham adalah situs yang paling ditandai di London (21%) dan Central Park adalah yang paling sering ditandai di New York City (20%), menyoroti bahwa tempat-tempat tersebut merupakan situs-situs  yang “wajib dikunjungi”.

Temuan-temuan tersebut telah dikonfirmasi kepada penduduk setempat di masing-masing tujuh kota tersebut. Lima puluh sembilan persen (59%) dari mereka menyatakan bahwa para wisatawan telah melewatkan hal terbaik yang ada di kota mereka karena hanya mengetahui tempat-tempat popular yang “wajib dikunjungi”.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, InterContinental menginisiasi campaign InterContinental ICons yang bertujuan untuk menginspirasi dan mengajak para wisatawan untuk menemukan kembali hal-hal yang membuat setiap kota benar-benar menarik. Dalam campaign ini, InterContinental mengajak publik untuk memilih pemandangan, suara, rasa, aroma, dan suasana yang menjadi sebuah ikon dari masing-masing kota melalui Pemungutan suara online.

Dari pilihan-pilihan yang diberikan di masing-masing kota, diharapkan wisatawan bisa menemukan keaslian dari kota tersebut ketika mereka berkunjung. Selain melakukan voting online, InterContinental juga mengajak publik untuk berdiskusi di sosial media dengan menggunakan tagar #intercontinentalicons

Beberapa pengalaman multi-indera yang teridentifikasi dari luxury travelers di seluruh dunia meliputi:

·         Paris – Harumnya aroma roti yang baru matang di jalan-jalan Oberkampf, Paris 11e

·         London – Kehangatan api unggun di pub tua London pada hari yang dingin

·         New York – Harumnya aroma chestnut panggang dari para penjual makanan pinggir jalan sepanjang Broadway

·         Shanghai – Hangatnya aroma Xiaolongbao di Temple of the City Gods.

·         Dubai – Suara air bersentuhan dengan abra (perahu kayu tradisional) saat meluncur sepanjang Dubai Creek

·         Sydney – Angin sejuk yang menyentuh wajah Anda ketika menggunakan kapal feri dari Manly menuju Circular Quay

·         Kota Meksiko – Alunan musik Mariachi di Garibaldi plaza

Ginger Taggart, Vice President, Global Marketing, IHG Luxury Portfolio, mengatakan para wisatawan menginginkan hubungan yang lebih mendalam dengan tempat-tempat yang mereka kunjungi. "Melalui campaign terbaru kami, InterContinental ICons, kami bertekad untuk menemukan dan merayakan tempat dan momen otentik yang mungkin diabaikan oleh pengunjung namun benar-benar merupakan bagian dari apa yang membuat sebuah kota istimewa," ujarnya seperti dikutip dari siaran persnya.

Hal itu mencakup embusan angin saat naik feri di Sungai Hudson di New York, lonceng menara jam yang merdu di Bund, Shanghai, atau nuansa batu-batu besar yang menapak di jalan-jalan tua Paris, pengalaman-pengalaman Icons (ikonik) ini mungkin termasuk pengalaman yang tidak banyak diekspos, atau hotspot wisata terkenal yang dilihat dengan cara baru dan tidak terduga. Kami ingin menghidupkan kembali pesona dan daya tarik kota-kota yang banyak dikunjungi ini dan mendorong adanya diskusi tentang apa yang membuat mereka benar-benar ikonik.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia