Taman Breksi Siapkan Atraksi Selama Libur Nataru, Bus Besar Boleh Naik

Pengunjung saat menikmati landscape alam di Taman Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kecamatan. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (15/7/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
23 Desember 2019 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Wisata Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Taman Wisata Tebing Breksi di Kecamatan Prambanan, diyakini masih menjadi salah satu destinasi wisata yang pilihan wisatawan pada libur natal dan tahun baru 2020. Sejumlah atraksi disiapkan bagi wisatawan.

Pengelola Taman Wisata Tebing Berisi Khaliq Widianto mengatakan tidak ada target jumlah pengunjung yang masuk ke taman rekreasi tersebut. Dia berharap agar wisatawan bisa menikmati keindahan alam Breksi. Makin banyak wisatawan yang berkunjung diharapkan berdampak positif bagi objek wisata itu.

Pada liburan kali ini misalnya, pengelola menyediakan beragam atraksi seni dan budaya seperti penampilan tari angguk dan jathilan. Wisatawan juga dihibur dengan beragam musik band-band indie di panggung kreasi. "Kami tidak menerapkan target. Harapannya pengunjung yang datang ramai dan lancar saja," kata Khaliq kepada Harianjogja.com, Minggu (22/12/2019).

Peningkatan pelayanan meliputi peningkatan aksesibilitas, lahan parkir yang lebih luas, penambahan beberapa titik spot di Breksi, atraksi yang ditawarkan dan tentunya kualitas sumberdaya pengelola destinasi, menjadi andalan taman wisata ini. "Peningkatan pelayanan tentu kami lakukan," katanya.

Taman Breksi yang pernah meraih Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 kategori tujuan wisata baru terpopuler itu mampu menampung parkir 600 unit sepeda motor, 150 unit mobil dan 40 unit bus.

"Sampai saat ini bus besar masih diperbolehkan naik dan belum ada rencana dari pengelola ataupun surat edaran dari pemerintah tentang bus yang tidak boleh naik," kata Khaliq.

Kebijakan tersebut selama libur natal dan tahun baru, lanjutnya bersifat situasional. Sebab jika parkiran Breksi sudah tidak muat maka calon pengunjung diberi opsi untuk menggunakan shuttle. Kebijakan tersebut dilakukan setiap hari dan bukan saat liburan panjang saja. "Kalau parkir penuh, kami berikan opsi untuk parkir di bawah. Penumpang kami jemput dengan biaya Rp15.000 per orang untuk naik dan turun," katanya.

Untuk memberikan kelancaran dalam perjalanan saat kendaraan naik ke Tebing Breksi, lanjut Khaliq, ada 15 petugas pengatur jalan dari pertigaan jalan Raya Prambanan-Pertigaan Breksi.

"Libur panjang kami minta bantuan teman-teman Karang Taruna untuk membantu kelancaran lalu lintas, terutama di tanjakan terjal. Mereka menjadi pasukan ganjel," kata Khaliq.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Sulton Fatoni mengatakan pelarangan bus besar untuk naik ke Tebing Breksi masih sebatas wacana. Dishub masih akan melakukan diskusi dengan pengelola apakah kebijakan tersebut perlu dilakukan atau tidak. "Masih sebatas wacana, masih akan didiskusikan dengan pengelola," katanya.

Dikatakan Sulton, tahun lalu kebijakan yang sama juga diberlakukan saat libur panjang. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kejadian bus mundur tidak kuat melewati tanjakan. "Salah satu alasan kami untuk melarang bus besar naik, untuk mengantisipasi jalan tanjakan penuh. Kawatir saat di tanjakan bus turun ke bawah," ujarnya.