KABAR WISATA: Menikmati Masakan Tradisional Khas Borobudur di Atas Meja Lesung

Pengunjung menikmati makanan di warung De'menake Semesta Area Dusun Sangen Desa Candirejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. - Ist/dok
18 November 2020 18:27 WIB Nina Atmasari Wisata Share :

Harianjogja.com, MAGELANG— Wisata ke Borobudur kini tidak hanya terpusat di Candi Borobudur. Sejumlah objek lain yang tak kalah menarik, kini bermunculan di kawasan lereng Pegunungan Menoreh. Tak hanya objek wisata alam, banyak pula pendukung wisata seperti wisata kuliner.

Salah satu tempat makan unik di kawasan Borobudur adalah Warung Makan De’menake. Berada di komplek Semesta Area Dusun Sangen Desa Candirejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, tempat ini menawarkan suasana tradisional kaki Menoreh.

Warung ini berkonsep Jawa kuno, berupa bangunan joglo yang kokoh berdiri sebagai tempat makan.  Tak hanya bangunan, ornamen yang dipasang pun bertema Jawa kuno. Bahkan ciri khas yang hanya ada di tempat ini adalah semua meja di joglo utama depan warung dibuat dari lesung. Lesung adalah alat tradisional untuk alas menumbuk padi yang biasa digunakan masyarakat Jawa tempo dulu.

BACA JUGA : KABAR WISATA: Breksi, Pahatan Tebing yang Menarik

Pemilik Warung De’menake, Dian Wahyu Pramaline sengaja menggunakan lesung untuk melekatkan tema tradisional di rumah makannya. “Lesung  mungkin saat ini banyak tidak terpakai, tapi kami memanfaatkan lagi dengan menggunakannya menjadi meja,” katanya, Rabu (18/11/2020).

Warung makan tersebut menerapkan konsep masakan Jawa yang disajikan secara prasmanan atau buffet. Pengunjung bisa langsung mengambil sayuran atau makanan di atas “luweng” atau tempat memasak berbahan bakar kayu yang disediakan di warung itu.

Berbagai macam masakan disajikan di warung ini, mulai sayur tahu, tempe, sayur lodeh, sop, singkong dan juga daun pepaya. Ada juga sop jawa, sayur lodeh,sambel terasi hingga gereh layur. Tak ketinggalan lauk pauknya juga beraneka macam, mulai telur dadar, telur asin, tahu dan tempe goreng, ayam goreng, hingga babat iso bacem. Ada pula mangut nila, mangut beong dan menu spesial, opor, tengkleng dan oseng kenyel.

Selain makanan berat, ada pula makanan ringan. “Untuk snack juga ada banyak pilihan khas. Khusus snack ini bisa dinikmati secara cuma-Cuma,” ungkapnya.

BACA JUGA : KABAR WISATA: Sensasi Bersepeda Blusukan Kampung

Jenis minuman pun beraneka ragam mulai dari aneka jus, hingga racikan rempah-rempah. Beragam menu makanan dan minuman ini bisa dinikmati dengan harga Rp3.000 hingga Rp15.000.

Warung De’menakke yang baru diluncurkan pada Kamis (12/11/2020) ini dibuka setiap hari, mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Khusus akhir pekan buka lebih pagi yakni 07.00-22.00WIB.

Lokasi warung tersebut mudah ditemukan. Warung tersebut berada di jalur bandara Yogyakarta International Airport menuju Candi Borobudur. Dari bandara, di lokasi pembangunan Gerbang Samudraraksa Kalibawang Kulonprogo, ambil arah ke kiri menuju Sambeng Borobudur. Warung ini akan ditemukan di Candirejo, kanan jalan.

Salah satu pengunjung, Santoso, 43, wisatawan asal Sleman mengaku  terkesan dengan sajian menu khas sego jangan di warung tersebut. Menurutnya, masakannya memiliki cita rasa yang berbeda. “Saya sudah kesini dua kali ini. Masakannya enak,” kata dia.

BACA JUGA : KABAR WISATA: Bukit Paralayang, Tempat Romantis

Pengunjung lain, Laila, asal Jogja, mengaku suka dengan bangunan dan nuansa di warung tersebut. “Tata bangunannya menarik, bisa untuk spot foto selfie,” katanya.