Destinasi Wisata Jogja-Karimunjawa Segera Terhubung Lewat Udara

Direktur Destinasi Pariwisata BOB Agustin Peranginangin (kedua dari kanan). - ist.
21 Desember 2020 05:57 WIB Sunartono Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Otorita Borobudur (BOB) sedang berupaya mengintegrasikan wisata terpadu kawasan yang menjadi wilayah koordinatifnya, salah satunya menghubungkan Jogja-Karimunjawa melalui jalur udara. Jika jalur ini terkoneksi maka akan meningkatkan konsumsi wisatawan di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Direktur Destinasi Pariwisata BOB Agustin Peranginangin menjelaskan pihaknya memiliki tiga kawasan koordinatif yaitu Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Borobudur-Jogja, DPN Semarang-Karimunjawa dan DPN Solo-Sangiran. Ketiga kawasan ini akan diupayakan untuk menjadi wisata terpadu sehingga bisa terhubung satu sama lain. Oleh karena itu tidak ada batasan administratif dalam pengembangannya.

BACA JUGA : YIA Siapkan Sejumlah Fasilitas Pendukung Wisata Borobudur

“Tidak berhenti mengejar number [kuantitatif], tetapi hasil akhirnya harapannya jumlah yang hadir bisa mempengaruhi konsumsinya di sini. Konsumsi bisa meningkat tentu bila length of stay [lama tinggal] meningkat. Kalau wisatawatn hanya menetap sehari di sini tentu tidak bisa dipaksakan konsumsi meningkat, bisa meningkat tetapi tidak bisa melompat jauh,” katanya kepada wartawan Sabtu (19/12/2020).

Upayanya melalui program paket wisata antara kawasan satu dengan lainnya, seperti Jogja-Karimunjawa. Selama ini memang sudah ada yang paket tersebut namun lebih pada jalur darat. Pihaknya akan mengupayakan segera terhubung Jogja-Karimunjawa melalui jalur udara di 2021. Koneksi lewat udara ini akan membuat lama tinggal wisatawan di DIY akan bertambah.

“Selain travel pattern darat, mudah-mudah 2021 akan datang bisa terkoneksi secara udara Karimunjawa dan Jogja, ini harapan kami ini bisa bundling paket, di Jogja penuh atraksi budaya ini bisa dilengkapi dengan atraksi bahari di Karimunjawa. Sehingga kehadiran wisatawan di kawasan wisata Borobudur ini bisa lebih lama length of staynya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sebelum pandemi Covid-19 salah satu maskapai Wings Air telah melayani secara reguler tiga kali dalam sepekan dari dan menuju Bandara Dewadaru, Karimunjawa. Tingkat keterisian penumpangnya sudah 100%.  Kementerian Perhubungan menargetkan pengembangan Bandara Dewadaru selesai di 2022 dengan menambah runway dari sebelumnya 1.200 meter menjadi 1.700 meter.

Menhub Budi Karya menyatakan, pengembangan bandara tersebut, membuka kesempatan untuk penambahan rute baru menuju Pulau Karimunjawa. "Misalnya bisa dari Bandara Kulonprogo ke Karimunjawa. Ini akan jadi kombinasi pariwisata yang baik dengan Borobudur,” katanya sebagaimana dikutip dephub.go.id.

BACA JUGA : Pengelola Candi Borobudur Minta Kenaikan Kuota Pengunjung

Guna merealisasikan terhubungkan wisata Jogja-Karimunjawa lewat jalur udara, BOB sudah melakukan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari otoritas penerbangan Angkasa Pura I hingga Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA). Ia optimistis jika kedua kawasan ini dapat terhubung maka akan menjadi kekuatan guna mendongkrak kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan.

“Di Karimunjawa banyak wahana yang menarik bagi wisatawan, seperti snorkling. DIY juga punya banyak sekali stempel Unesco, ada Borobudur, Prambanan, Sangiran, Geopark Gunungsewu, Menoreh, Merapi. Ini tandanya ada potensi luar biasa untuk dihubungkan,” katanya.

 Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan keberadaan BOB menjadi lembaga yang menyatukan antara DIY dan Jawa Tengah dalam pengelolaan wisata terpadu termasuk upaya membangun koneksi Jogja-Karimunjawa. Ia mengakui selama ini memang sudah ada beberapa paket wisata Jogja-Jateng, namun masih perlu dihangatkan kembali serta menyamakan persepsi semua daerah di kawasan tersebut.

BACA JUGA : Candi Borobudur Buka Lagi, Jumlah Pengunjung Hanya 25 

“Dari sisi budaya masih banyak bersinggungan seperti halnya mataram yang dahulu juga mencakup wilayah Jawa Tengah, sehingga semua bisa bersama-sama. Misalnya kembangkan Purworejo tetapi pintu masuknya dari Kulonprogo, ini kerja sama yang baik karena pintu masuk di Kulonprogo lokasi di Purworejo. Saat ini sudah dibantu pembebasan lahan oleh Kulonprogo,” katanya.

Kepala Divisi Pengembangan Kawasan Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Hendrawan Purwanto mendukung BOB untuk mengintegrasikan kawasan wisata di DIY dan Jateng. “Harapannya integrasi kawasan di DIY dan Jateng ini ke depan dapat memulihkan kondisi pasca pandemic Covid-19,” ucapnya.