Advertisement
Bayar Seikhlasnya, Rasakan Sensasi Naik Gondola di Atas Jurang

Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN -- Meski gondola penumpang sudah dioperasikan, masih ada pengunjung yang tetap menumpang gondola barang guna mempersingkat waktu menuju Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Gondola barang yang berjarak hanya puluhan meter dari Gondola penumpang itu berukuran lebih kecil dengan konstruksi yang lebih sederhana.
Gondola barang sudah dioperasikan sejak 2017 lalu. Gondola barang digerakkan dengan seling menggantung di atas jurang pemisah Girpasang dengan Dukuh Ngringin. Digerakkan menggunakan mesin sepeda motor, waktu tempuh gondola barang itu sekitar 5 menit dari Ngringin ke Girpasang atau sebaliknya.
Advertisement
BACA JUGA : Gondola di Pantai Timang Menarik Perhatian Wisatawan
Gondola itu dibuat bukan untuk mengangkut penumpang. Gondola dibikin untuk memudahkan warga mengangkut barang seperti rumput, arang, atau hasil bumi. Sementara, warga tetap melintasi jalan setapak di tepian jurang pemisah Girpasang dengan perkampungan lainnya di Tegalmulyo.
Salah satu warga Girpasang, Gianto, juga menjelaskan selama ini masih ada pengunjung yang naik gondola barang yang dioperasikan warga Girpasang tersebut. Rata-rata per hari ada 30 orang yang naik gondola barang meski spanduk peringatan yang menyatakan gondola itu khusus mengangkut barang sudah terpasang di berbagai lokasi.
“Gondola ini memang untuk barang. Tetapi kalau ada [pengunjung] yang berani naik ya silakan. Yang penting ketika ada apa-apa jangan melibatkan warga [risiko ditanggung sendiri],” kata Gianto saat ditemui di Girpasang, Kamis (20/5/2021).
Soal tarif, Gianto mengatakan pemanfaat gondola membayar seikhlasnya, dimasukkan dalam kotak yang sudah disediakan untuk perawatan gondola. Gianto juga menjelaskan warga rutin merawat gondola. Hampir saban hari, warga mengecek kondisi seling yang digunakan untuk menarik serta menggantungkan gondola.
BACA JUGA : Pantai Timang Steril dari Wisatawan saat Shooting Reality
“Ketika sudah ada yang retak-retak, gondola tidak boleh digunakan untuk mengangkut orang [sebelum seling diganti],” kata Gianto.
Keberadaan gondola penumpang dan barang semakin memudahkan akses menuju Girpasang ataupun sebaliknya. Sebelum ada gondola, satu-satunya akses keluar-masuk kampung melintasi jalan setapak di tepian jurang yang ditempuh sekitar 15-30 menit. Alhasil, Girpasang dikenal sebagai kampung terisolasi yang terpisah jurang dengan perkampungan lainnya.
Di sisi lain, jalan setapak masih menjadi andalan bagi sebagian orang menuju ke Girpasang meski sudah ada gondola penumpang yang bisa mempersingkat waktu tempuh. Banyak pengunjung ataupun warga yang tetap menapaki seribuan anak tangga di tepian jurang demi menuju Girpasang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Menikmati Keindahan Danau Baikal di Siberia Tenggara, Tertua di Bumi Berusia 25 Juta Tahun
- Liburan ke Garut, Ini Lima Tempat Wisata Alam Tersembunyi yang Layak Dinikmati
- Hindari Macet dengan Liburan Staycation, Ini Tipsnya
- Mengenal Fenomena Set Jetting dalam Berwisata, Ini Rekomendasi Lokasinya di Beberapa Kota
- Solo Traveling Semakin Tren, Ini Rekomendasi Destinasi yang Ramah di Kantong
Advertisement

Didukung Inovasi, Kalurahan di DIY Bisa Ajukan Bantuan Dana Pengelolaan Sampah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement