Kangen Jogja Virtual Edisi Umbulharjo, Menemukan Cinta di Jogja

Kelompok Sendratari Warungboto yang tampil dalam Kangen Jogja Virtual Edisi Ke-3. - Ist/tangkapan layar Youtube
02 Juni 2021 09:02 WIB Sirojul Khafid Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Pada Kangen Jogja Virtual Edisi Ke-3, wisatawan diajak berwisata ke Kemantren Umbulharjo, Jogja. Video yang sudah bisa disaksikan di youtube Dinas Pariwisata Jogja sejak Senin (31/5/2021) lalu ini menceritakan Fio, warga Jogja yang sudah lama merantau.

Sejak lulus Sekolah Menengah Atas di Jogja, Fio merantau ke Jakarta untuk kuliah. Selama kuliah itu pula dia tidak kembali ke Jogja, kampung halaman yang sangat dia rindukan. Barulah tahun ini dia bisa kembali ke Jogja dan bertemu dengan teman masa kecilnya, Puspa.

Mereka tidak menyia-nyiakan waktu berharga ini untuk jalan-jalan, khususnya di wilayah Kemantren Umbuharjo. Fio dan Puspa memulai perjalanan dengan bersepeda di kawasan Taman Makan Pahlawan. Setelah itu, mereka menuju Dermaga Cinta di Kelurahan Giwangan. Di dermaga yang bagian dari sungai Gajang Wong ini, mereka menaiki perahu wisata. Tidak hanya itu, saat jalan-jalan di samping dermaga, Fio dan Puspa mendapat sambutan dari Bregoto Warungbroto.

Perjalanan berlanjut menuju Bendhung Lepen yang berisi banyak ikan. Setelah memberi makan ikan-ikan, mereka beranjak menuju Taman Pule XT Square untuk melihat pertunjukan dari Sanggar Tari Gierka asal Kelurahan Tahunan. Dilanjutkan dengan penampilan kelompok angklung Bangbung Kobro yang juga dari Tahunan.

Sebelum pulang dan menutup hari pertama berwisata, Fio dan Puspa makan Gudeg Pawon di Kelurahan Warungboto. “Namanya Gudeg Pawon karena gudeg-nya langsung disajikan dari pawon atau dapur-nya,” kata Fio.

Memasuki hari kedua, Fio hendak membeli oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta. Dia mengunjungi Toko Jumputan Maharani di Kelurahan Tahunan. Di wilayah tersebut, selain Toko Jumputan Maharani, banyak toko yang menjual batik jumputan. Berbeda dengan batik yang menggunakan lilin dalam prosesnya, batik jumputan menggunakan sistem pengikatan. Setelah mengikat, kain tersebut dicelupkan ke pewarna batik. Sementara untuk oleh-oleh kuliner berupa bakpia, Fio memutuskan berkunjung ke Toko Kurniasari, Warungboto.

Edisi ke-3 Kangen Jogja Virtual kali ini bertema “Ada Cinta di Umbulharjo.” Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko mengatakan banyak potensi destinasi seni, budaya, kuliner, produk kerajinan, dan ekonomi di Kemantren Umbulharjo.

Acara ini sebagai bentuk dukungan Dispar Jogja dalam mempromosikan potensi tersebut. “Selalu mendukung, mendorong, dan fasilitasi berbagai kreativitas dan inovasi dari berbagai elemen masyarakat Umbulharjo dalam kembangkan wisatanya,” kata Wahyu. “Ada Cinta di Umbulharjo, semoga ada cinta di hati kita semua. Ayo wisata ke Jogja.”

Menurut Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja, Susanto Dwi Antoro, Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan pendukung pariwisata, khususnya di Kota Jogja. Pemerintah eksekutif dan legislatif Kota Jogja mendukung pengembangan UKM agar menjadi salah satu andalan di sektor pariwisata.

“Kawasan Selatan Jogja dikembangkan menjadi kampung tematik, seperti kampung wisata, kampung UKM, dan kampung budaya. Di Umbulharjo, kami tampilkan kawasan jumputan atau kawasan sentra pengrajin batik jumputan, khususnya di Kelurahan Tahunan. Ini menjadi salah satu ikon yang dikembangkan untuk men-support terkait keberadaan kampung wisata Kelurahan Tahunan yang ada di Umbulharjo,” kata Susanto.

Setelah mendapat oleh-oleh, Fio dan Puspa mengakhiri hari dengan melihat pertunjukan tari dari Sendratari Warungboto dan Pantomime Sorosutan. Dan perjalanan wisata mereka telah berakhir.