Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Keris yang terpasang di ikon Banyusumurup, Kalurahan Girirejo, Kapanewon, Imogiri, Bantul./Instagram @jogjaseni
Harianjogja.com, BANTUL--Bagi para penggemar keris, Dusun Banyusumurup di Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Bantul agaknya sudah tak asing lagi. Di sini terkenal sebagai tempat tinggalnya para empu, hingga kini menjadi sentra wisata kerajinan keris.
Keris merupakan salah satu produk asli Indonesia yang diakui UNESCO. Keberadaan desa wisata yang menjadi sentra pengrajin keris pun sangat menarik untuk dikunjungi. Di Jogja, penghasil keris ternama berada di area sisa-sisa Kerajaan Majapahit, yaitu di Banyusumurup, Girirejo, Imogiri, Bantul.
Sebagai warisan budaya, keris tak bisa hanya dianggap kerajinan biasa. Pembuatnya pun harus memiliki keahlian khusus dan umumnya masih keturunan kerajaan dan disebut empu.
Kerajinan keris di Banyusumurup telah ada dan mulai digeluti oleh masyarakat sudah lama sejak tiga abad silam. Keahlian membuat keris dipelopori oleh tangan dingin Mbah Sosro Menggolo sebagai pembuat keris pertama di Banyusumurup. Sementara, ayah Mbah Sosro Menggolo bernama Mbah Mangu adalah orang yang ahli membuat warangka atau sarung keris.
Dilansir dari Antara, Rabu (7/7/2020), saat ini sudah ada empat keturunan Mbah Sosro Menggolo yang menjadi perajin keris pusaka. Satu dari empat anak dari Mbah Sosro Menggolo yang membuat keris cukup terkenal ialah Mbah Djiwo Dihardjo.
Hal ini tidak terlepas dari para keturunan Kerajaan Majapahit yang mendiami kawasan tersebut dan menjadikannya dusun pewaris kerajinan keris pusaka dari Kerajaan Majapahit. Djiwo Diharjo itu juga merupakan keturunan ke-19 dari Empu Supondriyo dari Kerajaan Majapahit.
Secara geografis, Banyusumurup terletak di sebelah tenggara makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul. Hal ini menjadikan kawasan ini lekat dengan aspek budaya dan sejarah yang sangat cocok sebagai tujuan wisata.
Berbagai Fungsi
Keris yang dibuat di Banyusumurup memiliki beragam fungsi. Jika dulu keris sering dijadikan pusaka atau memiliki “pegangan” untuk urusan tertentu, kini keris bisa dimaknai sebagai suatu benda seni.
Dalam perkembangannya, kurang lebih era 1950-an, keterampilan dalam pembuatan keris dan aksesorinya tidak hanya diperoleh secara murni melalui garis keturunan. Warga sekitar pun bisa menjadi pengrajin keris, terutama keris yang dipesan untuk hiasan rumah dan pengantin.
Meski demikian, keberadaan keris tidak bisa dilepaskan dari sejarah dan tradisi yang sudah melekat. Oleh karena itu, keberadaan desa wisata kerajinan keris ini bisa menjadi sarana edukasi mengenai keris.
Di sini, keris yang diproduksi tak hanya bagian bilahnya. Para perajin di Banyusumurup juga memproduksi warangka atau sarung keris dan pendok atau bagian penghias dari batang warangka.
Bagi para penggemar keris, motif pamor pada keris dan warangkanya yang beragam bisa sangat menarik untuk dikoleksi. Sebab, keris dengan motif tertentu memiliki filosofi yang menarik untuk dikulik secara mendalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Jadwal SIM keliling Bantul Juni 2026 lengkap. Layanan Manding, Gilangharjo, Wukirsari, dan malam hari Parasamya.
Jadwal Bus KSPN Jogja 6 Juni 2026 lengkap. Tarif mulai Rp12.000, rute Malioboro ke pantai selatan Jogja.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juni 2026 lengkap. Layanan SIMMADE, SIMPITU, dan SIM Station memudahkan perpanjangan SIM warga.
Jadwal KA Bandara YIA 6 Juni 2026 lengkap. Akses cepat ke Bandara YIA dari Jogja, solusi transportasi bebas macet.
Pencegahan stunting tidak selalu membutuhkan biaya mahal. Pemenuhan gizi anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh