Mencecap Aroma Wangi Kopi Lereng Kelir

Parfum aroma kopi khas Lereng Kelir. - Instagram @wisatalerengkelir
24 Juli 2021 08:57 WIB Lajeng Padmaratri Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Salah satu kegiatan mengasyikkan bagi para pengunjung ketika berjalan kaki menuju Gardu Pandang Lereng Kelir ialah menyusuri perkebunan kopi dan durian di kanan kiri jalan setapak. Sebab, warga setempat menanam dua komoditas tersebut untuk diolah.

Melansir jatengprov.go.id, desa wisata Gertas Lereng Kelir juga menawarkan paket wisata pengolahan kopi. Di tempat itu, pengunjung dikenalkan budi daya tanaman kopi mulai dari tanam, perawatan, sampai panen dan pengolahan menjadi bubuk kopi yang siap disajikan.

Bahkan, kopi robusta khas Gertas ini menuai prestasi karena pada 2018 lalu berhasil masuk dalam urutan sepuluh besar kopi terbaik Indonesia tingkat nasional dalam ajang yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) dan Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI).

Tak hanya diseduh manual dan disajikan melalui warung kopi sekitar, kopi olahan warga Gertas ini juga diolah menjadi produk lain, mulai dari jenang kopi hingga parfum. Parfum itu digunakan untuk pengharum ruangan dan mobil.

Pemuda Gertas memilih kopi berkualitas rendah untuk membuat pengharum ruangan itu. Sebab, kopi berkualitas baik digunakan untuk olahan minuman. Hal ini juga menjadikan tidak ada kopi Gertas yang terbuang sia-sia dan seluruhnya terolah dengan baik.

Pengharum ruangan dari kopi itu pun masih diolah dengan berbagai varian aroma, mulai dari kopi hitam, kapucino, hingga moka. Produk ini bahkan sudah mulai dipasarkan melalui marketplace dengan harga satuan sekitar Rp35.000. (Detik)