Advertisement
Air Terjun Sidoharjo, Menyepi di Curug Tertinggi
Wisatawan berfoto dengan latar Air Terjun Sidoharjo. - Instagram @arch_noi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Pesona Kabupaten Kulonprogo tak hanya dari wisata alam dengan berbagai spot foto yang menawan. Di sini, ada sebuah air terjun yang konon merupakan yang tertinggi di DIY.
Belum banyak yang mengetahui keberadaan Curug (Air Terjun) Sidoharjo. Curug itu tersembunyi di balik Perbukitan Menoreh yang membentang di Kulonprogo, tepatnya di Dusun Madigondo, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh.
Advertisement
Banyak sumber menyebut, air terjun ini menjadi yang tertinggi di Kulonprogo, bahkan se-DIY. Luncuran airnya jatuh dari atas tebing dengan ketinggian tak kurang dari 75 meter dengan kemiringan 90 derajat. Curug Sidoharjo terlihat menjulang dengan gagahnya berkat tebing batu raksasa yang mengelilinginya.
Oleh warga sekitar, air terjun ini dijuluki Air Terjun Perawan. Konon, yang pertama kali menemukan lokasi wisata ini adalah seorang gadis. Namun, terlepas dari nama unik itu, curug itu memiliki pemandangan yang masih alami dan terkesan apa adanya.
BACA JUGA
Di sana, wisatawan bisa menikmati pesona air terjun dengan ketinggian yang tergolong spektakuler itu. Tak akan ada bosan-bosannya mata memandang ke derasnya aliran air yang terjun dari atas tebing itu.
Jika beruntung, Anda akan bisa melihat pelangi yang muncul dari pembiasan air dan cahaya matahari di bawah air terjun ini.
Memang belum banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Curug Sidoharjo. Selain menikmati keindahan alamnya, wisatawan bisa berendam maupun bermain air di kolam bening di bawahnya. Namun, satu hal yang wajib dilakukan ialah mengabadikan keindahan curug ini melalui kamera ponsel pintar Anda.
Rumah Penduduk
Jika berangkat dari Kota Jogja, Anda akan menempuh jarak sekitar 31 kilometer dengan waktu tempuh berkisar satu jam. Ketika sudah memasuki kawasan Samigaluh, maka sudah banyak papan petunjuk jalan menuju Curug Sidoharjo di setiap simpangan jalan.
Untuk mengunjungi lokasi ini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat. Namun, pengunjung lebih disarankan menggunakan kendaraan roda dua karena jalan tergolong sempit dan membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Apalagi air terjun ini jaraknya jauh dari jalan aspal, sehingga Anda perlu memarkirkan kendaraan yang Anda bawa di rumah-rumah penduduk setempat. Dari area parkir, pengunjung masih harus berjalan sebentar kurang lebih 300 meter menuju lokasi. Namun tenang saja karena jalan setapak yang dilalui sudah dalam kondisi baik berupa cor semen.
Bagi yang menggunakan kendaraan roda dua, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menaiki motor tersebut mendekati pintu masuk air terjun. Meski begitu, harus tetap berhati-hati karena di sampingnya merupakan tepian jurang. Setelah memarkir kendaraan, pengunjung masih harus berjalan sedikit menuju curug.
Dilansir dari Okezone, tarif masuk destinasi wisata ini cukup terjangkau lantaran belum banyak fasilitas yang tersedia di sana. Anda cukup membayar biaya parkir Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat serta jasa lingkungan sebesar Rp3.000.
Tentang Curug Sidoharjo
Lokasi:
Dusun Madigondo, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, DIY.
Jam buka:
09.00 WIB – 17.00 WIB
Harga tiket:
- Rp2000 (parkir roda dua)
- Rp5.000 (parkir roda empat)
- Rp3.000 (jasa lingkungan)
Fasilitas:
- Tempat parkir di rumah warga sekitar lokasi.
- Jalan setapak cor semen.
- Tempat makan.
Jarak tempuh:
Sekitar 31 kilometer (satu jam) dari pusat Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Advertisement
Rahasia Kamar Tidur Harum Alami: Dari Ventilasi hingga Minyak Esensial
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








