Rela Ribet demi Aman Berwisata di Candi Borobudur

Wisatawan mengikuti simulasi uji coba pembukaan wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (17/9/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
18 September 2021 19:07 WIB Nina Atmasari Wisata Share :

Harianjogja.com, MAGELANG - Candi Borobudur memulai uji coba pembukaan untuk wisata di masa PPKM, Sabtu (18/9/2021) hari ini. Sebelumnya, simulasi uji coba pembukaan wisata tersebut telah dilakukan. Seperti apa uji coba wisata di Candi Borobudur pada masa PPKM? Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Nina Atmasari.

Nuro Atiningsih bersemangat sekali pagi itu. Impiannya untuk mulai berwisata lagi bersama teman-temannya akhirnya terwujud. Candi Borobudur di Kabupaten Magelang menjadi pilihan mereka karena secara kebetulan, pada Jumat (17/9/2021) candi peninggalan Dinasti Syailendra abad kedelapan itu mulai simulasi uji coba pembukaan untuk wisata.

Perempuan asal Turi, Sleman itu, pun mengajak lima temannya untuk berwisata berombongan. Tiba di kawasan wisata Candi Borobudur sekitar pukul 09.00 WIB, ia dan rombongan langsung menuju pintu masuk. Namun, rupanya ada prosedur yang harus ia jalani.

Pertama, mereka mendapatkan penjelasan dari petugas tentang tata cara wisata aman di kawasan Candi Borobudur masa PPKM. Selanjutnya, sebagai penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, mereka harus mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan.

Hal baru yang harus mereka lakukan setelahnya adalah melakukan check in di aplikasi PeduliLindungi. Ada tenda khusus yang disediakan untuk proses ini dan sejumlah petugas disiagakan untuk membantu wisatawan.

"Di proses ini tadi sempat ada kendala saat scan barcode, tapi ada petugas yang membantu dan masalah teratasi," ujar perempuan berusia 29 tahun tersebut.

Setelah berhasil check in, mereka akan mendapatkan stiker tanda aman yang ditempel di baju setiap wisatawan. Barulah mereka membeli tiket masuk ke kawasan wisata Candi Borobudur. Harga tiket masuk Candi Borobudur saat ini Rp50.000 per orang.

"Prosesnya memang ribet kalau mau wisata sekarang ini, tapi ya memang kondisinya lagi pandemi. Saya ikuti saja, tadi prosesnya lancar kok. Ada pemberitahuan yang jelas sebelumnya," kata Dika, 33, salah satu anggota rombongan tersebut.

Simulasi pagi itu juga diikuti oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Dipimpin Direktur Utama PT TWC Edy Setijono, para wisatawan melaksanakan kegiatan wisata mulai dari masuk pintu gerbang, mendengarkan petunjuk protokol kesehatan tempat wisata, mencuci tangan, memindai dengan check in di aplikasi PedulilLindungi.

Wisatawan yang sudah dinyatakan lolos pemindaian akan mendapatkan stiker tanda aman. Mereka lalu bisa membeli tiket dan masuk secara tertib. Wisatawan saat ini hanya bisa mencapai pelataran Candi Borobudur. Selanjutnya, sebelum meninggalkan lokasi wisata tersebut, wisatawan jangan lupa untuk check out aplikasi PeduliLindungi.

Taj Yasin mengatakan Jawa Tengah khususnya Kabupaten Magelang merupakan daerah yang saat ini sudah baik dalam penanganan Covid-19. 

"Dengan dilakukannya simulasi aplikasi PeduliLindungi menunjukkan bahwa kita belum baik-baik saja, kita masih perlu waspada, protokol kesehatan harus kita taati, tidak semena-mena, tidak nyepelekna (menyepelekan). Sehingga diharapkan dengan simulasi ini kita bisa menumbuhkan roda ekonomi kembali," katanya.

Edy Setijono mengatakan pengelola destinasi harus mengubah paradigma wisata di masa kenormalan baru ini. Aturan tentang penerapan protokol kesehatan harus dijalankan secara profesional.

"Kita perlu menyamakan persepsi, bahwa yang kita lakukan hari ini adalah uji coba. Tujuan utamanya bukan mendapatkan pengunjung sebanyak-banyaknya, melainkan memastikan protokol kesehatan ditaati dengan ketegasan dari pengelola. Kami berharap pandangan yang sama untuk menyelesaikan pandemi ini," katanya.

Ia menyebutkan ada batasan jumlah pengunjung di masa PPKM ini, yaitu 4.000 orang, ditambah petugas dan pedagang sebanyak 3.500 orang sehingga total sebanyak 7.500 orang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, mengatakan ditutupnya operasional Taman Wisata Candi Borobudur selama PPKM berdampak tidak hanya kepada pihak pengelola, namun juga kepada warga masyarakat dan stakeholder terkait lainnya, termasuk para pedagang di kawasan wisata tersebut.

"Kami menyambut dengan gembira atas diselenggarakannya acara simulasi ini. Kami melihat acara ini menjadi momentum penting sebagai awal mempersiapkan pelaksanaan kunjungan wisatawan Taman Wisata Candi Borobudur dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan," katanya.