Advertisement
Awas Gelombang Ketiga Covid-19! Saat Nataru empat Wisata Dibuka Terbatas

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah mengkaji berbagai usulan kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa sejumlah pengaturan yang akan diterbitkan pemerintah menjelang Nataru dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman gelombang ketiga Covid-19.
Advertisement
BACA JUGA: TelkomClick 2023: Kesiapan Kerja Karyawan dalam Sukseskan Strategi Five Bold Moves di Tahun 2023
“Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Pemerintah mengkaji berbagai usulan kebijakan untuk menghadapi hari Natal dan Tahun Baru 2022,” katanya, Sabtu (6/11/2021).
Dia menegaskan, libur akhir tahun dikhawatirkan bisa meningkatkan mobilitas penduduk yang berisiko membawa gelombang ketiga Covid-19, dan memberikan dampak yang sangat buruk.
“Oleh karena itu, beberapa skenario telah disiapkan pemerintah,” jelasnya.
Di antaranya, jelas Menkominfo, Satgas Covid-19 meminta semua tempat wisata dibuka terbatas. Bahkan, tempat wisata diminta membuat satgas protokol kesehatan demi memastikan perlindungan masyarakat.
“Adapun, untuk pengaturan lainnya masih dalam pengkajian bersama kementerian dan lembaga terkait,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, pemerintah terus mengingatkan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan, khususnya di Gereja pada saat perayaan Natal.
Pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi akan lebih dimaksimalkan di tempat-tempat umum untuk pengawasan dan tracing pada masyarakat.
“Pemerintah terus mendorong masyarakat Indonesia tetap mematuhi protocol kesehatan agar kasus penurun Covid-19 di Indonesia dapat konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Hariadi Wibisono mengatakan, dalam beberapa hari terakhir sudah ada tren kenaikan kasus. Terjadi kenaikan dari 600 kasus positif dan melonjak menjadi 800 kasus.
Hal tersebut terjadi bahkan saat belum memasuki libur Nataru. Untuk itu, dia menegaskan, aturan yang tegas membatasi mobilitas masyarakat sangat diperlukan untuk menghindari gelombang ketiga Covid-19.
“Perlu dilakukan pembatasan, seperti saat mudik Lebaran lalu. Kalau tidak bisa, kita malah akan set back,” ujar Hariadi.
BACA JUGA: Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
- Mantap! Peserta Solo Menari 2023 Ditarget 500 Orang, Pendaftaran Masih Dibuka!
- Aparat Jaga Ketat Proses Pembongkaran Kios Renteng Nglangon Sragen
- Dampak Siklon Tropik Herman di Indonesia, Jateng Bagian Selatan Harus Waspada!
- Almaz Hybrid, SUV Pertama Wuling Raih Predikat Indonesia Digital Popular Brand
Berita Pilihan
Advertisement

Puluhan Geng Remaja Ditangkap di Jalur Patuk-Dlingo Usai Perang Sarung
Advertisement

Meski Puasa, Minum Obat Tetap Bisa 3 x 1 Hari, Begini Cara-caranya
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement