Bank Jateng Raih Nominasi Prasasta Gala Awards 2026, Perkuat Kontribusi bagi Pembangun
Bank Jateng menjadi kandidat Prasasta Gala Awards 2026 kategori kontribusi bank pembangunan daerah bagi Jawa Tengah atas perannya mendukung pembangunan
Suasana Bimtek Peningkatan Ketahanan dan Pengembangan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (9/11/2021)/Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Deputi Bidang Industri dan Investasi menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Ketahanan dan Pengembangan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (9/11/2021).
Anggara Hayun Anujuprana selaku Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf yang juga Ketua Panitia Bimtek tersebut mengatakan tujuan bimtek adalah agar peserta dapat memahami tren baru yang muncul di industri pariwisata sebagai akibat dari pandemi Covid-19 khususnya di bidang perhotelan, agen perjalanan, atraksi wisata dan restoran.
Selain itu pemerintah ingin agar peserta dapat memahami tentang strategi usaha yang tepat agar mampu beradaptasi terhadap tren baru. "Tujuan lain juga ingin membantu dan memfasilitasi para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, agar usahanya tetap bertahan dan bahkan berkembang di era baru setelah munculnya pandemi Covid-19," tutur dia, Selasa.
Lebih jauh, lanjut dia, pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat membuat rencana usaha jangka panjang agar usahanya dapat bertahan dan berkembang di era baru setelah munculnya pandemi Covid-19.
Peserta bimtek adalah para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berada di DIY yang sebelumnya telah menjalankan Swab Test dengan hasil negatif. Mereka mendapatkan materi antara lain tentang Pranatan Anyar Plesiran Yogyakarta dan Industry Megashift After Pandemic.
Sementara itu Ahmad Rekotomo selaku Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi mengatakan Jogja adalah kota wisata yang menarik perhatian penduduk Indonesia dan bahkan dunia. Karena itulah pemerintah memasukkan Jogja menjadi bagian dari Destinasi Super Prioritas Borobudur, yang mendapatkan berbagai dukungan pariwisata dan ekonomi kreatif dari pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
"Karena itulah, pada hari ini kami dari Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi DIY dan Konsultan Bisnis Inventure memberikan gambaran kepada bapak dan ibu hal-hal yang memengaruhi aktivitas wisata dan bisnis Anda, seperti fenomena Go Digital, Back to the Nature dan Mental Well-Being yang di era baru menjadi perhatian penting konsumen usaha Anda," jelas dia.
Ia berharap bimtek ini dapat bermanfaat bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif Jogja sehingga dapat menarik wisatawan yang datang lebih banyak, lebih tinggi dalam membelanjakan uangnya di kota ini sehingga menghidupkan ekonomi masyarakat setempat. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng menjadi kandidat Prasasta Gala Awards 2026 kategori kontribusi bank pembangunan daerah bagi Jawa Tengah atas perannya mendukung pembangunan
Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mendorong dialog untuk mengakhiri konflik. Iran mengajukan proposal buka Selat Hormuz.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.