NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Danau Toba dilihat dari Geosite Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan. JIBI/Nancy Junita
Harianjogja.com, MEDAN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pemerintah membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor untuk menanamkan modal dalam bisnis pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara.
Seperti diketahui, danau ini masuk dalam daftar destinasi super prioritas. Sandiaga mengklaim kondisi pariwisata di kawasan Danau Toba sudah lebih baik.
"Ini merupakan langkah untuk mempercepat pengembangan destinasi super prioritas, melihat perubahan yang signifikan dari Kaldera Toba ini," kata Sandiaga saat mengunjungi Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatra Utara, Rabu (10/11/2021).
Sandiaga memuji warga desa dalam membangun kegiatan ekonomi kreatif berupa pengolahan sampah dan sumber air. Dia juga antusias pembangunan kereta gantung di tempat itu akan segera rampung dan menjadi ikon baru Danau Toba.
Setelah mengunjungi Desa Sigapiton, Sandiaga lanjut membuka kegiatan Pengembangan Atraksi Seni Budaya di Kaldera Toba Nomadic Escape.
Dia kembali menyampaikan optimisme terhadap pembangunan kereta gantung di tempat itu. "Kita optimis rencana untuk pembangunan kereta gantung akan rampung di awal tahun," katanya.
Baca juga: Warganet Bertanya Tata Cara Ambil Motor Bekas Kecelakaan, Humas Polda DIY Langsung Tanggapi
Sandiaga berjanji bakal mempercepat proses tender proyek kereta gantung sehingga bisa beroperasi pada 18-24 bulan mendatang.
Pembangunan kereta gantung, lanjut Sandiaga, tidak hanya dimaksudkan menjadi ikon baru. Namun termasuk upaya mewujudkan alat transportasi yang ramah lingkungan. Tak ketinggalan, kereta gantung juga diharap memperindah pesona di danau terbesar ini.
"Kereta gantung ini akan menambah atraksi di Danau Toba," kata Sandiaga.
Dengan segala perkembangannya, Sandiaga meyakinkan para investor agar tidak segan-segan menanamkan modalnya di Danau Toba.
Dia menjelaskan, pemerintah menerapkan skema public private partnership dalam pengembangan pariwisata di kawasan ini. Sehingga pengembangan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Investor Tertarik
Sejauh ini, Sandiaga mengatakan terdapat sejumlah investor yang sudah tertarik menanamkan modalnya. Di antaranya berasal dari China. Selain itu, terdapat sejumlah pengusaha yang sudah tidak asing lagi seperti produser film dalam negeri Ram Punjabi.
Kemudian ada Tiger yang akan bekerjasama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dalam dalam pembangunan eco tourism di Kaldera Danau Toba. Lalu, Labersa Group yang akan membangun hotel dengan kapasitas kamar hingga 300 unit.
"Jadi saya ingin mengajak kepada semua pihak bahwa investasi di sini berdampak langsung kepada masyarakat," pungkas Sandiaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Danantara DSI menargetkan platform tata kelola ekspor SDA mulai beroperasi 1 September 2026 dengan tiga komoditas senilai hampir US$70 miliar.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.