PHRI Dorong Borobudur Jadi Hub Bisnis Kuliner dan Pariwisata
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
Wisatawan berolahraga di puncak Gunung Tidar, Kota Magelang. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Berwisata ke Gunung Tidar di Kota Magelang menjadi pilihan tepat di masa pandemi Covid-19. Lingkungan yang luas dan sejuk bisa menyehatkan tubuh sekaligus menyegarkan pikiran.
Pemerintah Kota Magelang sedang mengembangkan Gunung Tidar sebagai destinasi wisata budaya, alam dan kesehatan. Selama ini, Gunung Tidar dikenal sebagai tujuan wisata budaya berupa ziarah ke makam Syeh Subakir, Kiai Sepanjang dan Kiai Semar atau Ismoyo Jati.
"Adapun konsep wisata alam dikembangkan dengan pembangunan gardu pandang Taman Elang Jawa untuk menikmati pemandangan alam sekitar," kata Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Yhan Noecahyo Wibowo, Minggu (21/11/2021).
Suasananya yang tenang dengan pepohonan dan aneka ragam hayati bisa menenangkan pikiran. Adapun untuk wisata kesehatan, menurutnya Gunung Tidar yang puncaknya berada di ketinggian 503 meter di atas permukaan laut bisa menjadi arena hiking dengan track yang menantang. Wisatawan bisa mencapai puncaknya dengan menaiki anak tangga yang sudah dipasang dengan kokoh.
Karenanya, Yhan mengungkapkan wisata ke Gunung yang menjadi paku Pulau Jawa ini cocok di masa pandemi Covid-19. "Gunung Tidar ini luas lahan total ada 70 hektare, jadi dari sisi kapasitas masih sangat memungkinkan untuk dilakukan jaga jarak," tambahnya.
Ia menyebutkan jumlah pengunjung saat ini mencapai 500 sampai 1.000 orang di hari biasa, sedangkan pada akhir pekan bisa sampai 2.500 orang
Sejak Gunung Tidar dibuka kembali untuk wisata pada 25 Oktober 2021, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Magelang level II saat itu, pengelola menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Wisatawan harus memalai masker dan sebelum masuk, mereka harus mencuci tangan di tempat yang disediakan. Pengelola memasang lima wastafel di depan loket masuk destinasi wisata tersebut. Mereka juga wajib menjaga jarak dengan wisatawan lain minimal 1,5 meter. Di setiap titik pemberhentian atau tempat duduk, dipasang tanda agar warga menjaga jarak saat duduk atau berhenti.
Yhan menambahkan Gunung Tidar juga telah mendapatkan sertifikat Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE dari Kementerian Pariwisata pada Oktober lalu.
Setiap enam jam, kawasan yang menjadi area untuk pengunjung disemprot desinfektan guna mencegah penularan virus termasuk virus Corona.
"Kami juga memaksimalkan peran gugus tugas Covid-19. Ada satgas yang bertugas mengingatkan tentang protokol kesehatan, tidak hanya untuk pengunjung tetapi juga untuk internal petugas," papar Yhan. (Nina Atmasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
Honda dikabarkan menyiapkan SUV Rp160 jutaan untuk India. Mesin Horse Powertrain dan produksi 2028 masih dalam tahap evaluasi.
Tu-95 Rusia jatuh saat penerbangan latihan di Amur. Enam awak tewas, satu lainnya terluka dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Aldila/Christopher menang 6-1, 6-1 atas Nepal di Asian Games 2026. Rifqi Fitriadi juga melaju ke putaran ketiga.
FIFA menuduh UEFA melakukan pelecehan terhadap Gianni Infantino dan mencoba memengaruhi pemilihan presiden FIFA lewat sengketa FFE.
Thailand lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Vietnam. Indonesia masih berebut tiket final dari Grup A.