Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Mi ayam./Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA-Salah satu makanan kaki lima yang masih menjadi favorit banyak kalangan adalah mi ayam. Makanan ini mudah dijumpai di Jogja. Meski beberapa ada yang berjualan di tempat terpencil, para penggemarnya akan tetap menyempatkan diri untuk jajan di tempat itu.
Berikut ini mi ayam legendaris yang dapat dijumpai di Jogja.
Mi Ayam Pakde Wonogiri ini beralamat di karang Tengah Kidul, Margosari, Pengasih, Kulonprogo.
Meski dibutuhkan waktu lebih dari satu jam dari pusat Kota Jogja untuk ke sampai ke tempat ini, penggemar mi ayam tidak bakal menyesal jika sudah menyicipi makanan di sini.
Harganya juga tidak terlalu mahal, mulai dari Rp8.000 saja. Untuk mi ayam ekstra daging dijual Rp11.000. Warung ini buka mulai pukul 10.00 WIB-19.00 WIB.
Nah, buat kamu yang ingin makan mi ayam tapi tak punya uang, di Jogja ada penjual mi ayam tapi tidak memungut biaya alias gratis.
Mi Ayam Sari Rasa Jatiayu namanya. Lokasinya ada di Pleret Bantul. Kamu bisa merasakan makan mi ayam tanpa harus membayarnya, tetapi hanya khusus pada hari Jumat.
Baca juga: Lima Sate Kere di Jogja yang Gurih & Manjakan Lidah
"Khusus besok hari Jumat, ada MIE AYAM DAN ES TEH GRATIS buat 50 orang. Tinggal datang dan tunjukkan post ini," tulis Instagram @info.mieayamyk.
Unik. Begitulah nama mi ayam satu ini. Meski tanpa nama, mi ayam bukan berarti tanpa rasa. Dengan harga Rp10.000, Anda sudah bisa menikmati mi ayam ini dengan toping ayam yang banyak.
Lokasinya masih di daerah Imogiri Bantul. Meski masuk-masuk perkampungan warga, tempat ini menyajikan sensasi makan mi ayam di pinggir kali.
Tak Jauh dari Mi Ayam Tanpa Nama, ada Mi Ayam Bu Edi Sutrisno. Di sini, toping dagingnya juga melimpah. Satu porsi mi ayam dibanderol Rp7.000. Anda bisa memesan lagi dengan ekstra daging, ekstra mi, atau ekstra sawi.
Meski berlokasi dalam kampung, motor dan mobil-mobil selalu memenuhi area parkir mi ayam yang sudah ada sejak 1995 ini.
Sesuai namanya yaitu goceng, mi ayam ini dijual dengan harga yang sangat murah yaitu Rp5.000 per porsi. Di sini, tersedia varian menu baru bernama Mie Cabe ama Pangsit Cabe.
Dilansir dari Twitter @Jogja24Jam, citarasa pedasnya terasa mantap terlebih dikombinasi dengan pangsit cabainya yang membuat bibir dower.
Ada empat gerai Mie Goceng di Jogja. Pertama di Jalan Raya Tajem (seberang Bank Mandiri), kedua di Jalan Kaliurang Km 13,5 (gang masuk Perumahan Griya Perwita Wisata), ketiga di Jalan Godean Km 4,5 ( dalam SPBU Banyuraden), dan terakhir di Jalan Gejayan (selatan Resto Gajah Wong).
Selera dengan mi ayam manis dengan kuah ayam yang kental? Mi Ayam Al-Fazza solusinya. Hanya dengan harga Rp6.000-Rp13.000, kamu sudah bisa menikmati mi ayam kuah kental tersebut.
Dikutip dari unggahan Instagram @info.mieayamyk, Mie Ayam Al-Fazza, founding fathernya adalah alumni dari Ibu Tumini. Jadi untuk rasa 11-12 lah, bisa mengobati kangenmu dan tidak berdesak-desakan.
Mi ayam ini bisa dikatakan sebagai legendanya mi ayam di Jogja. Berawal dari jualan di Jalan Imogiri Timur No. 187, Umbulharjo, Yogyakarta atau tepatnya di sebelah utara pintu masuk Terminal Giwangan, mi ayam Tumini sudah memiliki cabang di Jalan Imogiri Timur, KM 6,5 Nglebeng.
Mi ayam cakar jadi favorit di sini. Anda ingin mencoba?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.