Advertisement

6 Candi Hindu di Sleman, Salah Satunya Jadi Pusat Ibadah Dunia

Bernadheta Dian Saraswati
Kamis, 03 Maret 2022 - 14:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
6 Candi Hindu di Sleman, Salah Satunya Jadi Pusat Ibadah Dunia Wisatawan di Candi Prambanan. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19 - Harian Jogja/Gigih M Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Sleman memiliki destinasi wisata candi yang menawan, salah satunya Candi Prambanan. Candi ini bercorak Hindu dan sangat dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara. Umat Hindu juga menggunakan tempat ini untuk beribadah menjelang Hari Raya Nyepi. 

Selain Prambanan, masih banyak candi bercorak Hindu yang ada di Jogja. Namun mayoritas tersebar di daerah Prambanan dan Kalasan. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Berikut ini 6 candi bercorak Hindu yang ada di Sleman:

1. Candi Prambanan

Objek wisata ini begitu populer di mata dunia sehingga banyak turis asing yang hilir mudik menikmati kegagahan candi Hindu ini. Lokasinya berada
Jl. Raya Solo - Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Prambanan.

Mengutip Wikipedia, Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu dewa Brahma sebagai dewa pencipta, dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan dewa Siwa sebagai dewa pemusnah.

Belum lama ini, Kementerian Agama mencanangkan Candi Prambanan sebagai pusat ibadah umat Hindu dunia. Pemda DIY menilai pencanangan tersebut dinilai akan berdampak positif bagi warga sekitar dari sisi ekonomi.

Baca juga: Candi Prambanan Dinobatkan Jadi Pusat Ibadah Umat Hindu Dunia

2. Candi Ijo

Sama dengan Candi Prambanan, Candi Ijo juga bercorak Hindu. Lokasinya di Jl. Candi Ijo, Nglengkong, Sambirejo, Prambanan, Sleman. Candi ini diperkirakan dibangun antara abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram.

Advertisement

Letaknya di perbukitan membuat wisatawan dapat menikmati Jogja dari ketinggian. Sebelum bandara baru di Kulonprogo, Yogyakarata International Airport (YIA) beroperasi, wisatawan dapat menyaksikan dengan jelas pesawat yang landing dan take off dari Bandara Adisutjipto. Sunset dari Candi Ijo juga dikenal cantik sehingga banyak wisatawan yang menghabiskan waktu hingga petang hari.

3. Candi Barong

Nama barong diberikan oleh masyarakat karena terdapat hiasan kala di relung tubuh candi yang menyerupai barongan, makhluk mistis dalam mitologi Jawa. Candi Barong juga memiliki nama lain, yakni Candi Sari Suragedug.

Candi ini terletak di tenggara Kompleks Ratu Boko, Prambanan, Sleman. Candi Barong berada di atas bukit di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Advertisement

4. Candi Sambisari

Lokasinya di Purwomartani, Kalasan, Sleman. Candi ini diperkirakan dibangun pada dekade awal abad ke-9 pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung yang berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno dari Wangsa Syailendra.

Perkiraan ini didasarkan pada gaya tulisan lempengan emas yang terbaca "om shiva shtana" yang ditemukan 1977 di kompleks candi ini, serta informasi dari prasasti Wanua Tengah III yang menyebutkan bahwa Rakai Garung memerintah Medang pada awal abad ke-9.

Candi ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1966 oleh seorang petani di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani. Untuk menuju ke candi, pengunjung harus berjalan turun karena candi ini berada di 6,5 meter dari permukaan tanah.

5. Candi Abang

Candi Abang berlokasi di Blambangan, Jogotirto, Berbah, Sleman. Berbeda dengan candi lainnya, kompleks Candi Abang justru didominasi gundukan hijau menyerupai bukit.

Advertisement

Pengunjung yang berada di sini bisa menikmati pemandangan Kecamatan Berbah dari ketinggian karena lokasi candi ini ada di atas bukit.

6. Candi Kedulan

Sesuai namanya, Candi Kedulan terletak di Dusun Kedulan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Seperti Candi Sambisari, candi ini ditemukan terletak tiga sampai tujuh meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar gunung Merapi yang diduga kuat meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kira-kira tahun 1006).

Bagian bangunan induk Candi Kedulan ditemukan pada tanggal 24 November 1993 secara tidak sengaja oleh penambang pasir di lahan gersang yang merupakan tanah bengkok di Desa Tirtomartani.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

72 Festival di Jogja Hasilkan Ratusan Miliar Rupiah, Regulasi Kerap Jadi Penghambat

Jogja
| Minggu, 27 November 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Lifestyle
| Minggu, 27 November 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement