Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, 690 Pengendara Ditegur
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
Ketua Komisi B DPRD Bantul, melakukan peninjauan potensi budidaya jeruk lahan pasir di Srigading, Sanden beberapa waktu lalu/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Petani jeruk keprok lahan pasir pesisir Sanden tengah menantikan wisatawan di libur Lebaran tahun ini. Bertepatan dengan musim panen, petani berencana membuka kebun budi daya jeruk keprok lahan pasir sebagai destinasi agro di pesisir Sanden.
Petani jeruk keprok lahan pasir, Yuni mengatakan saat ini rata-rata usia buah jeruk di lahannya telah mencapai umur tiga bulan. Padahal usia matang jeruk keprok berkisar lima bulan. Karena akan matang dua bulan lagi yang bertepatan pada Lebaran, Yuni berencana membuka kebunnya untuk dijadikan destinasi alternatif di pesisir Sanden selain Pantai Samas. "Kami punya keinginan untuk membuka kebun jeruk ini sebagai destinasi agrowisata saat libur Lebaran mendatang," tutur Yuni pada Selasa (8/3/2022).
Dengan luas kebun kurang lebih 2.000 meter persegi, Yuni optimistis kebun buah jeruknya bakal dapat menarik wisatawan. Terlebih letak kebun yang berada tepat di sisi Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) yang mudah dijangkau oleh wisatawan.
BACA JUGA: Aturan Baru Perjalanan Terbit, Anak di Bawah 6 Tahun Masih Perlu Antigen atau PCR?
Tidak hanya menawarkan sensasi memetik jeruk dari pohonnya, hamparan kebun jeruk dinilai Yuni cukup apik dijadikan latar untuk swafoto atau selfie. "Wisatawan nantinya bisa memilih dan memetik buah jeruk yang telah matang. Kemudian ditimbang dan dibayar, untuk harganya dipastikan lebih murah dari harga pasaran," tegas Yuni.
Sebagai daya tarik dan promosi, Yuni berencana tidak akan memungut tiket masuk bagi para pengunjung yang singgah ke kebun jeruk miliknya. Pengunjung hanya cukup membayar buah-buah yang telah dipetik dengan harga yang dijamin Yuni miring.
Bersebelahan dengan lahan budi daya cabai di luar musim, Yuni yang juga anggota Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Srigading juga mengusulkan untuk membuka lahan sebagai agrowisata. Sama halnya dengan kebun jeruk keprok, wisatawan bisa terjun langsung ke lahan untuk memetik cabai rawit dan membelinya dari petani.
Sementara itu Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Srigading, Abdul Mukid mendukung wacana pembukaan kebun untuk agrowisata. Menurutnya rencana ini dapat menjadi solusi ganda untuk perekonomian warga dengan memadukan pertanian dan wisata sekaligus. Sehingga petani tak melulu mengandalkan hasil penjualan panen saja.
"Ketika ada destinasi agrowisata, tentunya lingkungan di sekitar destinasi juga akan terdampak ekonominya. Mereka bisa menjajakan hasil pertanian, hingga membuat lapak atau warung yang dapat disinggahi wisatawan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
Kasus PMK di Bantul menurun. DKPP mencatat 51 sapi terpapar sepanjang Januari-Oktober 2026 dan menuntaskan 27.500 dosis vaksinasi.
Jadwal KRL Palur-Jogja 6 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di 13 stasiun.
Arief Hidayat menilai penyadapan Presiden Prabowo bisa masuk kategori makar jika melibatkan pihak asing dan mengancam kedaulatan negara.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 8 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Leeds United menang 1-0 atas Tottenham Hotspur berkat gol Noah Okafor menit ke-79 sekaligus mengakhiri puasa kemenangan lima pertandingan.