Advertisement

Lezatnya Oyek Ikan Wader Kebumen di Warung India

Sirojul Khafid
Kamis, 20 Oktober 2022 - 20:47 WIB
Budi Cahyana
Lezatnya Oyek Ikan Wader Kebumen di Warung India Warung India atau Lestari Muda di Jalan Karangsambung Nomer 18, Kebumen, Selasa (18/10/2020). - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, KEBUMEN—Bagaimana kombinasi rasa antara oyek dan ikan wader? Ini salah satu masakan warisan leluhur yang banyak ditemukan di Kebumen, Jawa Tengah. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Sirojul Khafid.

Seorang pengusaha pernah berkata, “Sarapan di Indonesia, makan siang di Singapura, nanti makan malam di Roma.”

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Mungkin dia ingin mengatakan apabila kamu perlu menjadi sukses biar bisa ke mana saja dan makan apa saja. Meski belum semua masyarakat Kebumen mendengar kalimat itu, tapi mereka punya cara sendiri menerapkannya, terutama untuk makan siang. “Sarapan di rumah, tapi makan siang di India.”

India di sini bukan negaranya Aamir Khan, tapi yang dimaksud adalah Warung India. Warung yang berada di Jalan Karangsambung Nomor 18, Kebumen, ini menjadi langganan banyak masyarakat, terutama para pegawai pemerintahan.

Menu yang banyak dicari yaitu ikan wader dan nasi oyek. Kedua menu ini menjadi favorit para pelanggan di warung yang sebanarnya berjarak cukup jauh dari pusat kota, sekitar 19 kilometer dari Alun-Alun Kebumen. Tapi ada daya, kalau sudah cinta, jalan panjang kan disusuri, kelokan tajam jadi tak berarti.

“Enggak tahu kenapa, sejak awal-awal buka warung ini, banyak yang nyebut Warung India. Mungkin karena wajah saya mirip orang India atau apa saya kurang tahu,” kata Wasini, 76, pemilik Warung Lestari Muda.

Memang saat pertama kali bertemu Wasini, kemungkinan besar orang menganggapnya berasal dari India, atau setidaknya ada darah Timur Tengah. Meski ternyata dia tidak memiliki darah orang Timur Tengah. Kedua orang tuanya keturunan Jawa.

Semisal orang tidak tahu, bisa jadi saat hendak pesan, akan terselip kalimat, “Nasi oyek sama ikan wader, jangan lupa dicampur kabhi khushi kabhie gham ya.”

Advertisement

Memulai Warung India

Selepas orang tua Wasini meninggal, dia menjadi penerus usaha warung makan keluarga. Orang tuanya kala itu menjual gulai dan sate. Namun saat takhta kepemimpinan warung berada di tangannya, Wasini memilih untuk menjual jenis makanan lain.

Dia melihat di sekitar tempat tinggalnya sudah ada berbagai jenis makanan, baik sate, bakso, mie ayam, dan lainnya. “Itu sekitar tahun 1963, di sekitar sini nyari makanan yang belum ada dijual, dan khasnya sini itu oyek dan ikan wader,” kaya Wasini, saat ditemui tim Jelajah Kuliner: Merawat Masakan Warisan Leluhur, Selasa (18/10/2022).

Advertisement

Jelajah Kuliner merupakan program Harian Jogja yang didukung oleh Badan Otorita Borobudur dan Alfamart.

Tidak jarang, ada orang-orang yang sudah lanjut usia datang dan bertanya apakah ada oyek dan wader. Hal itulah yang membuat Wasini semakin yakin menjual oyek, ikan wader, dan menu pendamping lainnya.

“Oyek juga bagus buat kesehatan, bisa menghindari diabetes,” kata Karyuni, saudara Wasini yang juga ikut mengurus warung.

Pada awalnya, Wasini tidak tahu cara membuat oyek. Dia merupakan pendatang dari Jawa Timur. Dia belajar membuat oyek dari petani sekitar rumahnya. Daerah sekitar rumah Wasini masih banyak yang bekerja sebagai petani.

Advertisement

Dalam membuat oyek, setelah singkong dicabut dari tanah, proses awal berupa pengupasan. Setelah itu singkong direndam dan dikeringkan. Selanjutnya singkong direbus dan kemudian ditumbuk. Belum selesai sampai di situ, masih perlu proses pengukusan, penjemuran, dan terakhir diayak. Proses pengayakan agar tekstur oyek berbentuk kecil seperti kedelai. Seluruh proses ini bisa memakan waktu sekitar sepekan.

Ikan wader di Warung India juga tergolong segar. Ada pula sedikit tambahan udang kecil-kecil pada masakan ikan wader tersebut. Bahan baku ikan wader maupun udang berasal dari sungai di sekitar warung. Salah satu yang membedakan dengan wader lainnya terkait rasa dan tingkat kekeringan. “Semua bahan baku dari sekitar Karangsambung semua,” kata Wasini.

Dengan model penyajian prasmanan, kita hanya perlu mengeluarkan Rp15.000 untuk mendapatkan nasi oyek, wader, sambal, serta sayuran. Dalam sehari, Wasini bisa menjaul rata-rata 3 kilogram oyek serta 4 kilogram ikan wader. Tidak jarang ada pelanggan yang hanya membeli ikan wadernya saja, sekali beli bisa 2 kilogram.

Advertisement

Selain pelanggan pegawai pemerintahan dan juga menyediakan katering untuk kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kebanyakan konsumen Warung India merupakan wisatawan. Baik wisatawan yang sekalian melewati warung atau sengaja ke sini meski berlibur di sudut Kebumen lain.

“Yang ke sini kebanyakan wisatawan, orang sini (warga lokal) enggak mau. Warga sekitar sini mungkin udah bosen,” kata Wasini.

“Masyarakat juga udah enggak bikin oyek sendiri [di rumahnya masing-masing], sekarang sudah pada makmur. Tapi oyek sama beras, sekarang justru lebih mahal oyek-nya.”

Bagi warga yang hendak menuju Warung India, dari Alun-Alun Kebumen bisa menuju Pasar Mertokondo. Tinggal ikuti jalan, nanti akan mendapati warung dengan bangunan sederhana di sebelah kanan.

Advertisement

BACA JUGA: Kisah Jito Mengawinkan Lobster dengan Tiwul Gunungkidul

Cuaca di luar warung mendung dengan sesekali gerimis turun. Namun di dalam warung, muka Darel mengeluarkan bulir-bulir keringat. Dengan agak tergesa, seakan belum makan beberapa hari, dia memasukkan oyek dan ikan wader menggunakan sendok. Tidak butuh waktu lama, makanan di piringnya langsung ludes.

“Baru pertama kali nyoba oyek dan wader, dan cocok di lidah,” katanya sembari menahan pedas.

Darel menganggap rasa oyek mirip dengan nasi Jepang shirataki. Ada nuansa anyep dan ringan saat memakan oyek. Bumbu wader yang merupakan kombinasi asin, manis, dan pedas cukup nampol di mulut.

“Ini sambelnya yang luar biasa. Tapi yang enggak suka pedes, mungkin ini terasa terlalu pedes. Tapi kerasa banget kalau ini menu makanan sehat,” kata Darel.

“Nilai masakannya 9 dari 10.”

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

72 Festival di Jogja Hasilkan Ratusan Miliar Rupiah, Regulasi Kerap Jadi Penghambat

Jogja
| Minggu, 27 November 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Lifestyle
| Minggu, 27 November 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement