Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 2026, Jam Sibuk Tiket Ludes
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Jawa Tengah, Restu Arpriono di sela-sela kegiatan Gathering Pemandu Wisata di Wisma Pojok Indah Sleman, Minggu (5/2/2023)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA — Profesionalitas para pekerja di sektor pariwisata, seperti misalnya pada pemandu (guide) lokal dibutuhkan untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman berbeda bagi para wisatawan.
Untuk itu, diperlukan pelatihan dan peningkatan kapasitas para pemandu agar bisa bersaing di pasar mancanegara, terutama ASEAN.
Founder Gaetlokal Helios Satrio, Aryo Dewo mengatakan setiap orang berpotensi besar menjadi guide untuk mempromosikan potensi wisata di daerahnya. Untuk meningkatkan profesionalisme para pemandu, maka kemampuan mereka perlu terus ditingkatkan.
"Para pemandu ini misalnya diajarkan untuk bisa membuat paket wisata sendiri. Paket wisata di daerahnya saja, yang unik-unik dan sesuai kemampuannya. Semakin banyak paket yang ditawarkan akan semakin banyak pilihan bagi wisatawan," katanya di sela-sela kegiatan Gathering Gaetlokal di Wisma Pojok Indah Sleman, Minggu (5/2/2023).
BACA JUGA: Jokowi Promosikan Wisata Edukasi Sambil Ajak Cucu ke Prambanan
Pria yang akrab disapa Unak ini mengatakan untuk menjadi guide profesional, dibutuhkan penguasaan kompetensi minimal kompetensi dasar.
Saat ini sudah ratusan pemandu, baik di DIY maupun Jawa Tengah yang memilih profesi ini, tetapi keberadaannya masih jarang digunakan.
"Keberadaan guide atau pemandu wisata ini bertujuan memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan berbeda bagi wisatawan," katanya.
Ketua Yayasan Omah Kreasi Center Jogja, Donum Theo menegaskan bahwa potensi pariwisata di DIY yang sangat besar dengan beragam bentuk destinasinya perlu didukung dengan keberadaan gaet yang profesional.
"Untuk membantu para guide meningkatkan kemampuannya, kami bersmaa Gaetlokal dan Pupuk Pusri menggelar capacity building. Ada puluhan pemandu yang ikut," kata dia.
Ableh, sapaan akrabnya, mengatakan wisatawan yang didampingi dengan guide akan menerima pengalaman wisata yang berbeda. Pasalnya para pemandu tersebut akan menghadirkan narasi dan sudut pandang yang berbeda saat melayani wisatawan. "Aspek yang dijual tentang keramahan masyarakat Jogja. Guide membawa interaksi wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.