Advertisement

Tak Seperti Prambanan, di Candi Ini Kamu Tak Lihat Susunan Batu tapi Gundukan Tanah

Bernadheta Dian Saraswati
Kamis, 09 Maret 2023 - 11:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Tak Seperti Prambanan, di Candi Ini Kamu Tak Lihat Susunan Batu tapi Gundukan Tanah Fashion Show Ethnic Culture di Rama Shinta Garden Resto, Candi Prambanan, Selasa (17/5/2022) malam.Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Bangunan candi yang ada di DIY terbuat dari susunan batu yang tersusun dengan rapi. Namun jika berkunjung di Candi Abang, gambaran susunan batu-batu tersebut tidak akan kamu temui. 

Tidak seperti candi pada umumnya yang tersusun dari bebatuan, Candi Abang sekilas justru seperti bukit Teletubies karena berupa gundukan tanah yang ditumbuhi rumputan hijau.

Advertisement

Tidak terlihat jelas di mana letak batu candinya. Namun pengunjung baru akan menemukannya saat menaiki puncak gundukan tanah tersebut. Di situ ada candi yang masih tertanam di dalam tanah.

Candi Abang terletak di Blambangan, Jogotirto, Berbah, Sleman. Lokasinya berada di atas perbukitan sehingga dibutuhkan moda transportasi yang prima untuk menanjak.

Baca juga: 5 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia Saat Ini

Untuk menuju lokasi ini, akses jalan lebih mudah dilalui dengan sepeda motor karena jalannya tidak terlalu lebar. Dari lokasi parkiran, pengunjung harus berjalan ratusan meter untuk sampai ke lokasi candi.

Jalan setapak menuju candi dikelilingi pohon-pohon menjulang tinggi, salah satunya jati. Meski berjalan cukup panjang, indahnya Candi Abang akan siap menyambut Anda di sebuah ujung bukit.

Baca juga: Prambanan Gudangnya Tempat Piknik, Ada Wisata Religi Juga di Perbukitan

Dilansir dari Wikipedia, Candi Abang bercorak Hindu. Candi ini dibangun sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Meskipun demikian, candi ini diperkirakan mempunyai umur yang lebih muda dari candi-candi Hindu lainnya.

Candi yang berbentuk seperti piramid ini dinamakan Candi Abang karena terbuat dari batubata yang berwarna merah (abang dalam bahasa Jawa). Bentuk candi ini berupa segi empat dengan ukuran 36 m x 34 meter, sekarang banyak ditumbuhi rerumputan sehingga dari jauh tampak mirip seperti gundukan tanah atau bukit kecil.

Pada waktu pertama kali ditemukan, dalam candi ini terdapat arca dan alas yoni lambang dewa Siwa berbentuk segidelapan (tidak berbentuk segi empat, seperti biasanya) dengan sisi berukuran 15 cm.

Karena berupa perbukitan, Candi Abang menawarkan suasana yang sejuk. Dari atas candi, pengunjung bisa menyaksikan hamparan sawah yang membentang. Suasananya yang tidak terlalu ramai pengunjung justru cocok dijadikan tempat untuk healing, melepaskan penat dari hiruk pikuk perkotaan. 

Suasananya seperti yang ditunjukkan dalam video yang diunggah akun Instagram @jogjaviral berikut ini: 

Anda tertarik ke sini? 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

BKKBN DIY Gelar Orientasi Pengelola Rumah Data Kependudukan 2024

Jogja
| Rabu, 28 Februari 2024, 21:57 WIB

Advertisement

alt

Waspada Sering Merasa Lelah dan Rambut Rontok, Bisa Jadi Gejala Autoimun

Lifestyle
| Rabu, 28 Februari 2024, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement