Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat penyalaan Dipa dalam upacara Mahashivaratri di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DIY, Minggu (15/2/2026). (ANTARA - HO/Kemenpar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mendorong Prambanan Shiva Festival berkembang sebagai agenda unggulan pariwisata nasional yang mampu memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual berkelas dunia.
Menurut Ni Luh Puspa, dari perspektif kepariwisataan, festival ini memiliki daya ungkit besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, sekaligus memperkaya pengalaman wisata berbasis budaya dan spiritual.
Advertisement
“Dari sisi pariwisata, Prambanan Shiva Festival diharapkan menjadi program unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional,” ujar Ni Luh Puspa dalam keterangan resminya, Senin (16/2/2026).
Ia menilai, perayaan yang berpuncak pada hari suci Mahashivaratri tersebut tidak hanya menjadi momentum keagamaan umat Hindu, tetapi juga menghadirkan wisata bermakna yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat sekitar.
BACA JUGA
Beragam event budaya yang digelar turut menggerakkan pelaku UMKM, pekerja seni, sektor perhotelan, hingga jasa pariwisata di kawasan Prambanan dan sekitarnya.
Perayaan Spiritual dan Budaya
Mahashivaratri menjadi puncak rangkaian Prambanan Shiva Festival yang telah berlangsung sejak 17 Januari 2026. Hari suci terpenting bagi umat Hindu ini diperingati melalui ritual sakral dan aktivitas budaya yang merefleksikan nilai spiritualitas, harmoni, serta toleransi antarumat beragama.
Salah satu agenda utama adalah Festival Dipa, dengan penyalaan ribuan dipa yang diiringi denting alat musik damaru. Suasana khusyuk dan magis menyelimuti kawasan candi, melambangkan persatuan umat dalam doa serta harapan akan kedamaian dan kesejahteraan dunia.
Selain itu, atraksi video mapping yang membalut bangunan Candi Prambanan menghadirkan pengalaman visual yang memperkuat pesan spiritual dan kebersamaan.
“Ini menjadi simbol kebersamaan dalam harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama,” ujar Ni Luh Puspa.
Arah Pariwisata Berkualitas
Wamenpar menambahkan, tren pariwisata global kini bergerak menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari hiburan, melainkan pengalaman yang memberikan kedekatan dengan budaya, lingkungan, serta masyarakat lokal.
Sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak 1991 dan mahakarya arsitektur Hindu abad ke-9 Masehi, Candi Prambanan dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep spiritual tourism dan pilgrimage tourism yang kian relevan secara global.
Data menunjukkan jumlah umat Hindu dunia meningkat sekitar 12 persen dalam satu dekade terakhir, dengan 99 persen berada di kawasan Asia-Pasifik. Kondisi ini mempertegas pentingnya pengelolaan Prambanan, tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang dihormati masyarakat dunia.
“Kita berharap Prambanan Shiva Festival mampu menghidupkan Candi Prambanan, bukan sekadar sebagai monumen, tetapi sebagai living monument yang kita jaga bersama kesakralannya,” kata Ni Luh Puspa.
Selain upacara Mahashivaratri, rangkaian puncak festival juga diisi agenda MICE melalui International Conference–Prambanan Shiva Festival yang digelar di Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Update Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Selasa 17 Februari 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







