Advertisement

Gunung Lawu Sahabat Pemula

Senin, 04 Agustus 2014 - 02:00 WIB
Mediani Dyah Natalia
Gunung Lawu Sahabat Pemula

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Tertarik mendaki gunung tapi minim pengalaman? Mengapa tak mencoba Gunung Lawu yang dikenal 'bersahabat' bagi pemula?

Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini, memiliki ketinggian 3.265 mdpl. Gunung tertinggi keenam di Pulau Jawa ini memiliki pemandangan yang fantastis. Walaupun termasuk gunung yang hutannya sudah mulai gundul, Gunung Lawu tetap memberikan kepuasan bagi pendaki yang mencapai puncak. Beberapa tanaman khas pegunungan menambah kesan menawan Gunung Lawu, seperti bunga edelweis, yang telah mekar dalam waktu-waktu ini.

Advertisement

Namun bukan keindahannya yang menjadi alasan kenapa pendaki pemula harus memilih Gunung Lawu. Melainkan karena jalur pendakian gunung yang termasuk paling aman dan mudah. Selain itu, Gunung Lawu memiliki banyak pos berupa bangunan beratap, yang bisa digunakan oleh pendaki untuk beristirahat.

Yang paling unik dari gunung ini adalah ada warung yang menjual makanan siap saji di dekat puncak gunung. Orang-orang menyebutnya warung makan Mbok Yem. Dengan adanya warung siap saji ini, para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan bekal saat mencapai puncak. Walau begitu, persiapan logistik harus dipastikan tercukupi, karena terkadang warung tersebut tidak selalu buka.

Gunung Lawu memiliki tiga jalur yang sudah dikenal yaitu jalur selatan Cemoro Kandang, jalur barat Cemoro Sewu, dan jalur Candi Cetho. Jalur terakhir adalah jalur yang jarang dipilih oleh pendaki karena treknya yang belum begitu jelas. Hanya beberapa orang yang sudah terbiasa memilih jalur ini.  Jalur yang sering dipilih oleh para pendaki adalah dua jalur yaitu Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Jalur Cemoro Kandang memiliki trek yang lebih panjang (11 kilometer) dibandingkan jalur Cemoro Sewu (7 kilometer).

Sebaiknya pendaki pemula memilih jalur Cemoro Sewu. Selain karena jarak tempuhnya lebih pendek, juga karena trek di jalur ini berupa bebatuan yang sengaja disusun rapi guna petunjuk jalan. Dengan demikian, para pendaki pemula tidak akan tersesat jika mengikuti jalan bebatuan tersebut. Selain itu, batu yang ada membuat trek menjadi tidak licin jika hari hujan. Dalam keadaan normal, pendaki dapat mencapai puncak dalam waktu enam jam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kisah Suparjono Menjaga Depo Pringgokusuman Jogja Tetap Nol Sampah

Kisah Suparjono Menjaga Depo Pringgokusuman Jogja Tetap Nol Sampah

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Begini Waktu Konsumsi Serat yang Tepat Kata Ahli

Begini Waktu Konsumsi Serat yang Tepat Kata Ahli

Lifestyle
| Sabtu, 04 April 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement