KULINER SLEMAN : Nikmatnya Wader Khas Kali Progo

Para ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok pengolah dan pemasar wader, Citra Wader, Dusun Kliran IX, Desa Sumberagung, kecamatan Minggir, memasak ikan wader yang ditangkap di Kali Progo belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
19 Mei 2015 08:20 WIB Wisata Share :

Kuliner Sleman dari Dusun Kliran menyajikan aneka olahan wader Kali Progo.

Harianjogja.com, SLEMAN-Rasanya renyah, gurih, dan tak kalah dengan ikan tawar lainnya. Wader yang selama ini masih dipandang sebelah mata, ternyata memiliki sensasi rasa yang tak kalah dengan olahan ikan jenis nila, gurami, dan lainnya.

Wader, salah satu jenis ikan kali yang sering dijumpai di wilayah Sleman, ternyata mendatangkan peruntungan tersendiri bagi para perempuan di Dusun Kliran IX, Desa Sendangagung, Kecamatan Minggir. Lokasi dusun yang berdekatan dengan Kali Progo, membuat para perempuan yang rata-rata telah berumah tangga ini memanfaatkan potensi yang ada di dalamnya.

Kisah sukses perempuan Kliran berawal ketika seorang pria memiliki hobi memancing di Kali Progo.
"Suami saya suka mancing. Dapetnya ikan wader. Saya disuruh ngolah lalu saya olah macam-macam hingga akhirnya berkembang sampai sekarang," jelas koordinator kelompok pengolah dan pemasar ikan wader presto, Citra Wader, bernama Sri Suhandari, 33, belum lama ini.

Di tangannya dan juga bersama sepuluh anggota kelompok lainnya, wader diolah menjadi menu lauk yang kaya gizi. Beberapa menu yang disajikan adalah wader presto sebagai menu unggulan, wader crispy, mangut, pepes, bawang uyah [bawang putih campur garam], dan juga bacem presto.

"Setiap dua hari sekali kami disetori ikan dari nelayan kali progo lalu kami olah dan hasilnya ada yang dijual ke rumah makan, ke pasar, ada juga pesenan catering," kata Ndari, sapaan akrab perempuan berhijab ini.

Dalam sehari, Ndari dan teman-temannya mengolah sekitar 5-10 kilogram wader dari berbagai ukuran. Untuk wader ukuran kecil biasanya diolah menjadi wader crispy sedangkan wader sedang bisa diolah pepes dan juga mangut. Sementara yang ukuran paling besar menjadi olahan bacem presto.

Menemukan teknis memresto wader memerlukan waktu yang tidak lah singkat. Teksturnya yang lembut dibutuhkan kahati-hatian agar ikan tidak hancur. "Awalnya dipresto sepuluh menit tapi durinya masih keras. Seperempat jam masih. Setengah jam juga dan akhirnya bisa lunak setelah satu jam dipresto. Itupun awalnya sempet remuk [hancur]," jelas Ndari saat ditemui di rumahnya.

Harga wader di Citra Wader bervariasi. Untuk mangut dan bacem, kelompok membanderol harga kisaran Rp50.000 per kilogram. Pepes Rp5.000 per bungkus. Sementara wader crispy Rp120.000 per kilonya.

Menurut anggota kelompok lainnya, Lugiyem, 46, adanya kelompok Citra Wader bisa membantu perekonomian keluarga di Dusun Kliran IX. Selain itu, perempuan Kliran setidaknya telah membantu pemerintah dalam menggencarkan kampanye konsumsi ikan.

"Meski jualnya ke tenongan-tenongan di pasar tapi kalau rutin bisa jadi pendapatan rutin kami," ujar Lugiyem. Menurutnya, Citra Wader sudah berhasil merambah kalangan ekonomi menengah ke atas. Pasalnya pemesan tidak hanya dari pasar tradisional seperti Pasar Balangan dan Pasar Dekso tetapi juga katering untuk acara resepsi di gedung pertemuan.

Pusat pengolahan ikan wader berada di rumah Ndari. Namun jika ada pemesanan berlebih, para anggota kelompok memasaknya di rumah masing-masing dan kemudian dikumpulkan kembali.