Advertisement
Semarakkan Ramadan di Tengah Pandemi, Masakan Chef di Jogja Dilelang Daring
Host Lelang Kuliner Ramadan dan Lebaran tengah memandu jalannya lelang via Zoom, Senin (11/5/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebagai upaya menjaga geliat pelaku industri pariwisata di bidang kuliner di masa pandemi covid-19, Dinas Pariwisata DIY menggelar Lelang Kuliner Ramadan dan Lebaran. Untuk menjaga sosial distancing, kegiatan ini dilakukan secara online, melalui aplikasi Zoom.
Lelang Kuliner Lebaran dan Ramadan dibuka pada Senin (11/5/2020) dan akan berlangsung setiap hari pukul 13.00-15.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta baik hotel, restoran maupun katering, dan bisa diakses untuk masyarakat umum.
Advertisement
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menjelaskan dengan pandemi dan tidak adanya wisatawan, dunia kuliner DIY tidak tinggal diam. "Sebelumnya mereka sudah membuat paket buka puasa dan sahur. Nah lelang ini menjadi kelanjutannya," ujarnya.
Lelang Kuliner Ramadhan dan Lebaran juga menunjukkan kreativitas para industri pariwisata di bidang kuliner dalam menghadapi pandemi covid-19, dengan menciptakan konsep baru dalam menjual produknya. "Kalau jualan online sudah biasa, sekarang dibuat dengan cara lelang," katanya.
Di samping itu, Lelang Kuliner Ramadan dan Lebaran juga bertujuan untuk mengenalkan menu-menu spesial yang dibuat oleh para ahli di bidang kuliner kepada masyarakat luas. Untuk dapat mengikuti lelang, terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui nara hubung Adi, di nomor 089674083400.
Setiap hari akan disajikan minimal 10 menu dari 10 pelaku industri pariwisata di bidang kuliner. Penawaran harga dilakukan melalui fitur chat di aplikasi zoom. Lelang akan dipandu oleh host yang juga akan menentukan pemenang lelang.
Salah satu peserta lelang, Dodik Prakoso Eko Heri Suwandoyo atau Shef Dodik, menuturkan ia menyedikan enam menu dalam lelang, meliputi ayam betutu, ayam taliwang, ayam goreng rempah, klaper tart, singkong gebuk dan wedang rempah.
Semua menu yang ia tawarkan memiliki nilai gastronomi atau filosofis dari daerah asalnya masing-masing. Ia mencontohkan ayam betutu yang berasal dari Bali, merupakan kuliner tinggalan Kerajaan Majapahit yang terbawa saat Keajaan Islam menguasai Jawa dan Kerajaan Hindu tergeser ke Bali.
Ia berharap Lelang Kuliner Ramadhan dan Lebaran ini bisa menjadi tonggak yang menunjukkan pariwisata yang berbasis kuliner di DIY masih hidup dan survive. "Semoga menjadi tonggak sejarah bahwa Jogja tetap istimewa," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Jelang Menstruasi Pikiran Bisa Kabur Ini Penjelasan Ilmiahnya
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







