Advertisement
Dibangun Zaman Purbakala, Candi Ratu Boko di Prambanan Punya Teknologi Tahan Gempa
Wisatawan menikmati suasana sore di situs Candi Ratu Boko, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (15/4). - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -Candi Ratu Boko yang terletak di Prambanan, Sleman ternyata memiliki teknologi tahan gempa.
Candi Ratu Boko ditengarai sebagai situs purbakala yang telah menerapkan teknologi tahan gempa.
Advertisement
Dilansir dari cuitan @infomitigasi pada Minggu (9/8/2020), candi yang terletak sekitar 3 kilometer ke arah selatan dari Candi Prambanan ini menempatkan pasir di bawah batu pondasi.
"Berada pada zona rawan gempa/zona patahan gempa, itulah mengapa para pendiri candi Ratu Boko menggunakan lantai batu sbg alas dari bamgunan fenomenal tsb, dan sebelum mereka meletakkan batu pondasi terlebih dahu|u mereka menaruh pasir sbg peredam getaran akibat gempa," cuitnya.
Lebih lanjut, situs yang dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra beragama Buddha ini juga tidak menggunakan batu sebagai atap dan tembok.
anggapan bhw nenek moyang kita kurang literasi mengenai bencana tidak benar.. nenek moyang kita faham betul akan bencana, dan membuat segala sesuatu peninggalannya sangat artistik, perpaduan akan ilmu pengetahuan mereka, seni dan budaya.. shg tercipta bangunan2 nan elok dan kokoh https://t.co/Vq4MJRu0Uf
— INFOMITIGASI™ (@infomitigasi) August 9, 2020
Para pembuat candi tersebut menggunakan kayu dan bambu sebagai tembok penyangga atap dan bahan ringan lain sebagai atapnya.
Adapun teknologi tahan gempa lain yang diaplikasikan di banyak candi khususnya di Pulau Jawa adalah batu yang disusun bukan dengan bahan perekat melainkan dengan sistem pengunci layaknya puzzle.
Teknologi ini dapat meminimalisir kerusakan akibat guncangan gempa karena sistem pengunci membuat struktur lebih fleksibel.
"Sebelum mereka meletakkan batu pondasi terlebih dahulu mereka menaruh pasir sbg peredam getaran akibat gempa."
candi ratu boko kamu tidak akan menemukan tembok batu dan atap bangunan dari batu. karena para pembangunnya ngerti persis soal potensi bencana yg ada disekitarnya.. sekian ya guys... kami akan coba mengulas daerah2 lain sbg literasi kebencanaan...?
— INFOMITIGASI™ (@infomitigasi) August 9, 2020
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Jadwal Sekolah di Bantul Disesuaikan Selama Ramadan 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








