Masih Pandemi tapi Mau Traveling? Lakukan Saja 5 Tips Aman Ini!

Ilustrasi traveling - Julemag
18 Februari 2021 16:57 WIB Dewi Andriani Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung kurang lebih setahun. Selama ini, pergerakan masyarakat dibatasi. Sekolah dari rumah, bekerja pun dari rumah. Kondisi itu membuat sebagian orang merasa jenuh. 

Dalam kondisi seperti itu, keinginan untuk berwisata muncul. Masyarakat yang sudah jenuh karena pandemi Covid-19 tak kunjung usai, banyak yang akhirnya mulai melakukan traveling di masa next normal ini, dengan tetap mematuhi serta melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bloom Consulting, perusahaan yang melakukan penelitian terkait pariwisata, kaum milenial lebih berani untuk berlibur di tengah pandemi, dibandingkan generasi di atas maupun di bawahnya.

Kendati demikian, generasi milenial perlu mempersiapkan rencana traveling-nya dengan baik dan dengan memperhatikan aspek keamanan dan kesehatannya.

Melaksanakan protokol kesehatan yang ketat menjadi hal yang paling wajib saat traveling, tidak hanya dengan melakukan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) saja, tetapi ada hal-hal lain yang patut untuk diperhatikan.

Berikut tips yang harus dipersiapkan oleh milenial sebelum melakukan perjalanan pada era next normal.

1. Cek kondisi kesehatan tubuh

Sebelum traveling, pastikan tubuh dalam kondisi sehat. Apabila diperlukan, segera lakukan rapid test atau swab test mandiri sebelum traveling untuk memastikan bahwa kamu bepergian tidak membawa virus Covid-19. Selain itu, hasil tes ini juga menjadi syarat syarat untuk memasuki sebuah wilayah atau memasuki destinasi wisata.

2. Bawa alat kebersihan sendiri

Demi menjaga kebersihan diri dan keluarga Anda, sangat direkomendasikan untuk menyiapkan alat kebersihan sendiri, seperti hand sanitizer, sabun, serta desinfektan sebelum Anda traveling. Selain itu, penggunaan masker ketika berpergian sangatlah penting untuk menghindari terjadi penularan virus Covid-19.

3. Hindari kerumunan dan tetap menjaga jarak aman

Sebelum mendatangi destinasi wisata yang akan dikunjungi, sebaiknya Anda mencari informasi terkait implementasi protokol kesehatan di destinasi wisata tersebut. Selain itu, pastikan untuk tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang ada pada saat mengunjunginya.

4. Gunakan pembayaran non-tunai

Pembayaran dengan metode non-tunai sangat dianjurkan ketika Anda bertransaksi, termasuk pada saat traveling karena dapat mengurangi kontak langsung dengan orang - orang yang berada di wilayah destinasi wisata tersebut. Selain itu, saat ini pun sudah banyak pilihan metode transaksi non-tunai yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran, seperti debit dan dompet elektronik yang dapat memudahkan kita dalam bertransaksi.

5. Pilih akomodasi tempat menginap yang sudah tersertifikasi standar kesehatan

Demi menekan angka penyebaran Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah meluncurkan program sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability (CHSE) untuk akomodasi demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna saat menginap. Dengan banyaknya akomodasi yang telah tersertifikasi CHSE, wisatawan dapat dengan leluasa memilih akomodasi sesuai dengan kebutuhan mereka.

PR Manager of RedDoorz Indonesia, Vinda Karuna, mengatakan bahwa RedDoorz melihat adanya peningkatan dalam permintaan kamar pada akhir pekan lalu saat liburan Tahun Baru Imlek.  Peningkatan ini juga terjadi karena di waktu yang sama Pemerintah mulai melonggarkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

 “Agar masyarakat dapat menginap dengan aman dan nyaman, kami terus berkomitmen menyediakan akomodasi yang akan dan telah tersertifikasi HygienePass dan menerapkan program CHSE,” ujarnya, Kamis (18/2/2021).

 

 

Sumber : bisnis.com