Advertisement
Sensasi Memerah Susu Etawa di Ngargoretno
Wisatawan ikut memerah susu kambing etawa di Desa Ngargoretno. - Instagram @deswita_ngargoretno.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Di balik megahnya batuan marmer di Museum Alam Marmer Merah Indonesia itu, rupanya tersimpan cerita kelam. Sebagian batu alam marmer itu dieksploitasi sebagai objek tambang karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Pasalnya warga tidak memiliki keterampilan menggarap potensi marmer merah langka itu dan justru menambangnya. Padahal, tindakan tersebut mengancam kelestarian lingkungan.
Advertisement
Untuk itu sejak 2016 warga setempat mulai mempercantik bukit itu untuk dijadikan museum alam sehingga menarik wisatawan berkunjung. Sebagai fondasi lereng Perbukitan Menoreh, sisa gugusan marmer itu perlu diselamatkan supaya tidak terus-menerus dieksploitasi.
Selain wisata alam dengan keunikan batuan marmernya, Desa Ngargoretno di Kecamatan Salaman, Magelang juga menyajikan wisata edukasi bagi pengunjung. Di sana, ada potensi ekonomi yang tengah dikembangkan warga.
Pertama, pengunjung bisa menengok wisata edukasi peternakan kambing etawa. Wisatawan juga bisa belajar membuat olahan susu kambing.
Tak hanya memerah, pengunjung bahkan berkesempatan meminum susu kambing etawa yang baru diperah. Rasa gurih dan asinnya susu kambing yang diminum langsung akan sangat berbeda dari susu kemasan yang biasa kita konsumsi.
Menurut pengelola wisata setempat, susu kambing di sana merupakan susu dengan kualitas yang bagus karena mengandung banyak protein dan kadar lemak yang rendah.
Setelah dari peternakan kambing, wisatawan juga bisa mengunjungi rumah produksi madu di Kampung Madu Tegalombo, Ngargoretno. Di sana, warga membudidayakan tawon madu jenis cenara sejak 2016.
Sebelum membudidayakannya di pekarangan rumah, lebah itu membangun sarangnya di atas pohon. Menariknya, wisatawan yang datang bisa belajar mengenai budidaya madu sekaligus mencicipi makan madu langsung dari sarangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Advertisement
Rahasia Kamar Tidur Harum Alami: Dari Ventilasi hingga Minyak Esensial
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








