Advertisement
Piknik ke Embung Mranggen, Jangan Lupakan Legitnya Apam Nangka
Apam nangka khas Jatinom. - Instagram @jj.sweety
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Selain wisata alam, Jatinom juga khas dengan wisata budaya. Perpaduan antara kepercayaan Jawa kuno, Hindu serta Islam membuat masyarakat setempat memiliki tradisi sebaran apam atau disebut Yaqowiyu.
Dilansir dari liputan6.com, sebaran apam biasanya dilaksanakan setiap Jumat terakhir pada bulan Sapar dalam penanggalan Jawa. Konon, tradisi ini sudah ada sejak zaman Kyai Ageng Gribig, yaitu seorang ulama penyebar ajaran Islam yang akhirnya menetap di Jatinom saat zaman kerajaan Mataram Islam.
Advertisement
Dalam tradisi ini, ribuan apam akan disebar ke warga yang memperebutkan. Hal itu sebagai simbol memohon kekuatan dan orang yang mendapatkan sebaran apemnya akan mendapatkan kesejahteraan.
Pada dasarnya, apam Jatinom hampir sama dengan apem lainnya. Kue ini berbahan tepung beras yang dipanggang dengan cetakan.
Akan tetapi yang membedakan adalah adanya potongan nangka kecil dalam apam tersebut. Hal itu membuatnya memiliki aroma khas dan rasa yang nikmat.
Dulunya apem ini hanya diproduksi saat Sapar. Namun, kini wisatawan bisa menikmatinya jika ke Jatinom, lantaran sudah banyak yang memproduksinya dan menjadikannya oleh-oleh khas Klaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
Investasi Gunungkidul Tembus Rp217 Miliar di Triwulan I 2026
Advertisement
Korban Perempuan Kecelakaan KA Hadapi Beban Ganda Saat Pemulihan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







