2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Wisatawan menikmati sensasi menggunakan happy otopet di Borobudur-Ist
Harianjogja.com, MAGELANG- Ada banyak wahana dan atraksi di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang yang bisa dinikmati wisatawan. Setelah andong, jeep dan VW, kini ada alat transportasi unik untuk menjelajahi pedesaan kawasan Candi Borobudur yaitu sepeda elektrik dan otopet.
Wahana baru ini digagas oleh Borobudur Scooter Electric yang ada di Desa Borobudur. Ada tiga macam alat transportasi listrik yang ditawarkan pada wisatawan, yaitu otopet, happy otopet dan happy bike (sepeda listrik). “Ketiganya sama-sama wahana bertenaga listrik, namun masing-masing akan memberikan sensasi yang berbeda-beda bagi yang menggunakannya,” kata Nanang Sipon Prakoso, pengelola di Borobudur Scooter Electric, Rabu (22/9/2021).
Ia menjelaskan happy otopet merupakan otopet bertenaga listrik yang memiliki ban angin lebih besar sehingga lebih nyaman untuk digunakan jarak lebih jauh. Rute yang sama juga digunakan untuk happy bike. Namun, dua jenis transportasi ini berbeda pada posisi pengendara yaitu terdapat tempat duduk pada happy bike. Selain itu, jika happy otopet hanya bisa digunakan untuk satu orang, untuk happy bike bisa digunakan untuk memboncengkan anak-anak.
Adapun otopet memiliki ban lebih keras dibanding happy otopet sehingga hanya digunakan untuk jarak pendek dan medan yang lebih halus. Otopet biasanya digunakan wisatawan untuk menyusuri jalanan sekitar Candi Borobudur. Biaya sewa untuk otopet adalah Rp10.000 per 15 menit.
Untuk happy otopet dan happy bike bisa digunakan untuk jelajah desa. Ada dua paket rute yang ditawarkan untuk wisatawan, yakni menjelajahi UMKM, kerajinan dan keindahan alam di kawasan Desa Borobudur. Pertama, adalah durasi 1,5 jam dengan mengunjungi tiga destinasi, terdiri UMKM batik khas Borobudur, studio payung dan spot foto Mandala Borobudur.
Adapun durasi tiga jam, ada tambahan destinasi yaitu UMKM madu dan gerabah, serta bisa ditambah makan. Tarif untuk durasi pendek adalah Rp250.000 per pax dan durasi panjang Rp350.000 per pax. “Untuk penggunaan, minimal dua pax. Khusus rombongan di atas 10 pax, bisa menggunakan jasa guide,” jelas Nanang.
Saat ini Borobudur Scooter Electric sudah memiliki 20 happy otopet, 20 hapy bike dan 50 otopet. Pengelola masih akan terus menambah ketiga jenis kendaraan tersebut agar bisa digunakan oleh lebih banyak wisatawan yang berombongan.
Nanang yang juga Ketua Desa Wisata Borobudur ini menambahkan adanya atraksi scooter electric, diharapkan semakin meramaikan wisata di sekitar Kawasan Candi Borobudur terutama UMKM milik warga Desa Borobudur. Ia berharap dengan menikmati wahana scooter electric ini, wisatawan yang datang untuk berlibur di sekitar Candi Borobudur bisa semakin kerasan.
"Kami berharap, tambahan variasi armada wisata ini, membuat wisatawan semakin kerasan berwisata di Borobudur. Dengan begitu, akan banyak uang yang dibelanjakan disini. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
WJNC kembali digelar pada Oktober 2026. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung sekaligus mendorong lama tinggal wisatawan.
JABFEST 2026 digelar 30 September-12 Oktober di The Ratan dengan menghadirkan Alissa Wahid, Martin Suryajaya hingga Saut Situmorang.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.