Advertisement

Nikmati Kuliner Sehat nan Legendaris di Jogja

Lajeng Padmaratri
Sabtu, 27 November 2021 - 06:07 WIB
Arief Junianto
Nikmati Kuliner Sehat nan Legendaris di Jogja Restoran Sekar Kedhaton. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Jika berlibur ke Jogja, wisatawan tidak hanya bisa mengunjungi destinasi wisata budaya. Kota ini menyimpan banyak destinasi wisata kuliner, baik itu menu-menu modern maupun resep yang diturunkan secara turun-temurun.

Dari sekian banyak tujuan wisata kuliner di Jogja, mengunjungi restoran yang menyajikan kuliner sehat tentu menjadi pilihan di tengah pandemi. Tak hanya itu, sajian menu yang banyak menjadi buruan wisatawan adalah menu yang terbilang ikonik, yakni sajian menu tradisional ala Kraton Jogja.

Kabid Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja Andrini Wiramawati memprediksi wisatawan sudah mulai datang ke Jogja untuk berwisata. “Kuliner yang ada di Kota Jogja banyak sekali, kami sedang dorong untuk ke arah wisata kuliner sehat,” kata dia, Jumat (12/11/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Dia menuturkan bahwa pendampingan dengan pengelola kuliner harus dilakukan. Sebab, kuliner sehat tidak hanya berkaitan dengan menu yang sehat, melainkan juga berkaitan dengan sejumlah aspek lain, seperti kebersihan tempatnya dan pelayanannya.

Ke depan kami akan terus membina, mendampingi, dan mengembangkan para pengampu usaha jasa pariwisata, khususnya di aspek kuliner, untuk bisa menjaga Sapta Pesona Wisata [Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan],” ucap dia.

Banyaknya sajian kuliner yang terdapat di Kota Jogja pun membuat Dinas Pariwisata tengah membuat basis data untuk mengarsipkan berbagai kuliner sehat tersebut. Termasuk dengan restoran yang menyajikan menu-menu khas sekaligus menawarkan suasana yang tiada duanya.

Sekar Kedhaton

Jika mengunjungi Restoran Sekar Kedhaton, wisatawan akan merasakan suasana menikmati sajian kuliner di tengah istana. Bagaimana tidak, bangunannya yang megah dengan pilar-pilar tinggi menyiratkan para pelancong sedang mengunjungi istana raja.

Restoran ini berada di Jalan Tegal Gendu 28, Prenggan, Kotagede, Kota Jogja ini menawarkan banyak pilihan menu. Mulai dari menu ala Jawa, Indonesia, Eropa, hingga menu vegetarian yang dikemas secara modern.

Advertisement

Dari sekian banyak menu, Lumpia Gudeg jadi menu unggulan kami,” kata Manager Operasional Sekar Kedhaton, Tubagus Ahmad saat ditemui, beberapa waktu lalu.

Makanan khas Jogja itu dikemas dengan cara berbeda di Restoran Sekar Kedhaton. Di sini, gudeg dijadikan isi lumpia dan disantap bersama bumbu kacang atau saus tomat. Selain berisi nangka,

Lumpia Gudeg itu juga berisi potongan daging ayam dan telur yang membuat citarasanya semakin menarik dan digemari wisatawan. Selain itu, bagi wisatawan yang menggemari makanan sehat, maka bisa mencicipi menu vegetarian di Sekar Kedhaton.

Advertisement

Di antaranya Veggy Fried Rice with Mushroom Satay hingga Pasta Brokoli Saus Pesto.

Bagi wisatawan, jangan lupa mengabadikan momen ketika mengunjungi resto ini. Sebab, Sekar Kedhaton menempati bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1800-an. Arsitekturnya memadukan unsur Jawa, Portugis, Belanda, serta Tionghoa. Berbagai ornamen di dalamnya akan membuat wisatawan merasakan pengalaman menikmati sajian di tengah istana yang megah.

Secara menu, kami sebisa mungkin menyuguhkan sajian yang citarasanya sudah familiar di kalangan wisatawan agar bisa diterima siapapun. Namun, secara arsitektur resto, pengalaman

menyantap makanan di Sekar Kedhaton tidak bisa ditemukan di tempat lain,” ujar Bagus.

Advertisement

Resto ini buka setiap hari mulai pukul 11.00-21.00 WIB. Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke resto ini, bisa menempuhnya dengan kendaraan bermotor sekitar 15 menit dari pusat Kota Jogja.

Salah satu pengunjung dari Jakarta, Irma menuturkan sangat puas mencicipi sajian di Sekar Kedhaton. “Makanannya enak, seperti makan di istana mewah,” ucap dia.

Sekul Golong Set, menu sehat di Bale Raos./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri

Advertisement

Bale Raos

Kekayaan menu masakan di Jogja tak bisa dilepaskan dari akulturasi budaya Jawa dengan Eropa.

Pengalaman menyantap makanan sekaligus menggali cerita dan sejarah di balik sajian itu pun jadi sesuatu yang bernilai unik. Hal ini yang bisa ditemukan di Bale Raos.

Restoran bernuansa Jawa yang terletak di Jalan Magangan Kulon No.1, Kraton, Kota Jogja ini menghidangkan makanan-makanan tradisional Jawa kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwono VII hingga HB X. Semua menunya diperoleh langsung dari juru masak Kraton Jogja.

Advertisement

Sebagaimana masakan yang menjadi suguhan bagi raja, juru masak tentunya menggunakan bahan-bahan yang alami dan bisa dipastikan baik bagi tubuh. Tak heran jika restoran ini menjadi salah satu rujukan wisata kuliner sehat di Kota Jogja.

General Manager Bale Raos, Sumartoyo menuturkan berbagai menu yang ditawarkan di Bale Raos merupakan hasil resep juru masak Kraton Jogja yang coba dilestarikan dan dikenalkan kepada wisatawan. Sehingga, ketika menyicipi masakan, wisatawan bisa mengetahui nilai sejarah dalam setiap masakan.

Salah satunya ialah menu Beer Djawa. Minuman ini menjadi suguhan raja saat menjamu tamunya yang berasal dari Eropa.

Ketika menjamu tamu dari Eropa, Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menyajikan Beer Djawa sebagai pengganti anggur yang biasa diminum oleh tamu di negara asalnya. Sebagai raja Kerajaan Mataram Islam, Sultan tidak meminum anggur beralkohol.

Advertisement

Beer Djawa itu minuman rempah, bukan minuman beralkohol. Bahannya secang, sereh, jahe, jeruk nipis, dan sebagainya. Tidak hanya segar, tapi juga berkhasiat,” kata Sumartoyo.

Bicara kuliner sehat, Sumartoyo memastikan Bale Raos banyak menggunakan bahan-bahan tradisional seperti rempah, bahan segar, dan tidak banyak menggunakan bahan kimia.

Selain itu, ia juga memastikan dalam menunya terdapat sajian dengan asupan gizi yang lengkap, seperti Sekul Golong Set. Menu tersebut menyajikan set menu ala Kraton Jogja yang terdiri dari nasi putih, sayur bening, pecal ayam, trancam, dan telur rebus.

Selain melalui menu, Sumartoyo menuturkan aspek wisata kuliner sehat juga perlu ditinjau dari kebersihan tempat dan pelayanan. Dia memastikan seluruh aspek di Bale Raos sudah memenuhi standar CHSE untuk dapat memberikan layanan yang maksimal kepada wisatawan.

Jika berminat mencicipi sajian kesukaan raja, wisatawan bisa datang ke Bale Raos yang buka setiap hari mulai pukul 11.00-21.00 WIB. Pada akhir pekan, resto ini buka lebih awal pada pukul 10.00-22.00 WIB. Jaraknya hanya lima menit berjalan kaki dari Kraton Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemkot Jogja Waspadai Inflasi Melonjak di Akhir Tahun

Jogja
| Rabu, 05 Oktober 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Selain Bikin Kulit Cantik dan Sehat, Kenali 5 Manfaat Lain dari Kolagen

Lifestyle
| Rabu, 05 Oktober 2022, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement