Unik, Penduduk Desa Ini adalah Orang-Orang Kerdil

Orang-orang kerdil di China - News.com.au
30 November 2021 00:37 WIB Intan Riskina Ichsan Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—China memiliki Desa Yangsi atau biasa juga disebut Desa Kurcaci. Terletak di Provinsi Sichuan di barat daya Cina, desa ini cukup terpencil dan unik karena 40% penduduk di desa itu adalah orang kerdil.

Bukan karena disengaja, namun mereka semua memang lahir dan besar di Yangsi. Desa ini telah membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Saat ini, jumlah mereka telah menyusut menjadi hanya 80 tetapi dulu 119. 36 dari 80 penduduk adalah manusia kerdil yang paling tinggi sekitar 116 cm dan yang terpendek 65 cm.

Kondisi pertumbuhan yang mengejutkan di Yangsi secara resmi ditemukan pada tahun 1951 tetapi laporan adanya manusia kerdil sudah ada sejak tahun 1911.

Beberapa penduduk setempat menderita kondisi misterius yang terutama menyerang anak-anak berusia antara 5 dan 7. Anak-anak ini berhenti tumbuh, tetap pada ketinggian yang sama selama sisa hidup mereka. Selain ketidakmampuan mereka untuk tumbuh lebih tinggi, beberapa korban juga menderita berbagai disabilitas lainnya.

Tidak ada penjelasan yang tepat sampat saat ini. Dari menguji penduduk hingga menguji biji-bijian, tanah, dan air di daerah itu, para ilmuwan benar-benar mencoba setiap metode yang memungkinkan untuk mencari jawabannya.

Penduduk tua di Yangsi melaporkan bahwa mereka dulu menikmati kehidupan yang damai sampai suatu malam di musim panas, penyakit misterius datang dan menyerang anak-anak antara kelompok usia 5 sampai 7 tahun dan anak-anak itu berhenti tumbuh. Bukan karena pertumbuhan mereka menjadi linglung tetapi banyak dari mereka juga menderita berbagai cacat fisik.

Ada juga yang mengatakan bahwa ketika Jepang menginvasi Cina, mereka melepaskan gas beracun yang menyebabkan masalah ini. Namun, selama invasi Jepang, tentara Jepang tidak benar-benar mencapai desa Yangsi.

Para ilmuwan bahkan telah menguji tanah di sini secara ekstensif, serta pasokan air dan biji-bijian yang ditanam di sini, tetapi tidak menemukan apa pun. Tidak ada satu pun penjelasan rasional mengapa desa terpencil yang satu ini memiliki penghuni dengan mayoritas orang kerdil.

Penjelasan yang paling aneh adalah tentang kutukan kura-kura hitam. Menurut cerita, seekor kura-kura hitam dengan kaki aneh ditemukan oleh seorang pria bernama Wang. Penduduk desa mengalami dilema antara membiarkan kura-kura pergi atau membiarnya. Mereka akhirnya membunuh kura-kura, memanggangnya, dan memakannya. Penduduk desa sekarang percaya bahwa kutukan kura-kuralah yang menyebabkan kemarahan anak-anak dan generasi mendatang.

Menariknya, pemerintah China tidak pernah menafikan keberadaan desa tersebut namun belum membuka desa untuk orang asing. Pemerintah belum memberikan penjelasan yang sah untuk pembatasan tersebut aturan ini baru saja diterapkan.

Sumber : JIBI/Bisnis.com