Advertisement
Menu Berbuka ala Mediterania di Jogja Diburu untuk Berbuka Puasa
Tampilan menu fish and sea food platter khas Mediterania yang ditawarkan City Grill. - Harian Jogja/Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Kuliner ala Mediterania diburu warga Jogja dan wisatawan untuk dijadikan santap berbuka puasa. Cita rasanya yang menarik dan unik di lidah menjadikan menu ini jadi salah satu andalan untuk dicicipi di bulan Ramadan ini.
Lulu Indriana, 26, pekerja swasta di Jogja mengaku tertarik mencoba kuliner Mediterania lantaran penasaran. Ia kerap menonton video para pesohor saat berkunjung ke wilayah yang dikenal punya sejarah peradaban kuno terbesar di dunia itu.
Advertisement
"Kebetulan saya juga penikmat sea food," katanya di kawasan Prawirotaman, Sabtu (16/4/2022).
Menurut Lulu, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menikmati sajian menu dari berbagai belahan dunia. Jogja yang dikenal sebagai kota wisata tentunya punya sederet kuliner unik yang juga tak kalah saing dengan daerah lain.
"Ini bisa dibilang ritual setiap Ramadan . Jadi sudah buat daftar resto dan menu mana yang akan dicoba untuk berbuka puasa," kata dia.
Hal yang sama diungkapkan oleh Eriko Agung, 35, wisatawan asal Pati, Jawa Tengah. Saat ditemui di tempat yang sama, Eriko menyebut santapan Mediterania dikenal sebagai menu yang sehat. Sayur dan biji-bijian menjadi pelengkap dari kuliner itu yang membuat makanan jadi terasa segar.
"Konsep puasa salah satu dampaknya kan juga kepada kesehatan. Jadi sekalian saja cari menu berbuka yang segar dan sehat," katanya.
Pengelola City Grill, Lucia Akbarina, mengatakan di masa Ramadan antusiasme masyarakat untuk mencoba masakan di restoran itu memang cukup signifikan. Menu yang kerap dicicip yaitu meat platter dan juga fish and sea food platter.
"Ini merupakan sajian khas negara Balkan. Bisa dinikmati oleh tiga sampai empat orang karena ada berbagai hidangan dalam satu menu," katanya.
Pada fish and sea food platter, dia menawarkan aneka hidangan laut berupa ikan, udang, cumi dan kerang hijau ditambah dengan salad segar yang menggugah selera.
"Kami juga coba buat sambal yang dipadukan dengan bahan khas sana agar lebih sesuai dengan lidah Indonesia," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Kambing dan Domba Jadi Andalan, UGM Genjot Ilmu Ratusan Peternak DIY
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








