SPMB Jateng 2026 Resmi Dibuka, Daya Tampung Baru 40 Persen
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Salah satu penampil New Sound Tara 2022 digelar di Pendopo Padas Temanten Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Jogja, Minggu (27/11/2022)./Harian Jogja-CRY22
Harianjogja.com, JOGJA—Pagelaran musik etnik dalam New Sound Tara 2022 digelar di Pendopo Padas Temanten Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Jogja, Minggu (27/11/2022). Dari pagelaran tersebut, diharapkan dapat menghidupkan wisata budaya di Kotagede.
Hendi Setio Yulianto, Ketua Sanggar Kode mengatakan event ini untuk memperkenalkan destinasi baru wisata baru di Kotagede. “Kita mencoba mempromosikan ini [New Sound Tara 2022] memperkenalkan ini [New Sound Tara 2022] agar masyarakat bisa mengeksplorasi banyak, atau mengunjungi ini, karena di sekitar sini banyak situs,” katanya, Minggu.
“Situs ini baru harapannya jadi promosi sebuah destinasi yang menarik untuk berbagai aktivitas,” katanya.
Untuk menghidupkan wisata budaya, pagelaran musik etnik dihadirkan. Hendi mengatakan gelaran yang bertajuk New Sound Tara bermakna sajian musik etnik nusantara. Melalui kegiatan ini, Hendi berharap dapat memberikan ruang bagi composer muda untuk mengeksplorasi musik etnik.
Baca juga: "Piknik Pesona" Buka JAFF 2022
“Harapannya mencoba melakukan nguri-uri [melestarikan] kreativitas komposer muda untuk membuat sajian musik etnik. Teman-teman mencoba mengeksplorasi untuk membuat sajian tampilan dengan sajian komposisi versi teman-teman,” tutur Hendi.
Dalam gelaran tersebut, inginkan, ditampilkan musik etnik aransemen, dan dikemas secara modern. “Ada musik etnik dalam segi klasik maka ada karawitan, musik etnik yang dikemas dalam sajian modern. Musik etnik dikemas secara jazz. Teman-teman mencoba mengeksplorasi sesuai dengan kreativitas dan pengembangan mereka masing-masing
Ada empat penampil dalam gelaran tersebut, diantaranya Aan Van Jawa yang menampilkan karya Ora Ilok yang menggambarkan masyarakat Jawa yang melarang beberapa aktivitas di malam hari.
Ia berharap gelaran musik ini dapat rutin diadakan. “Ada banyak ragam kelompok seni ini saling srawung untuk berdiskusi musik dalam konsep seni pertunjukan,” katanya.
R.B. Dwi Wahyu, Anggota DPRD DIY mengatakan srawung kampung merupakan kegiatan Komisi B DPRD DIY dengan Dinas Pariwisata DIY. Dwi mengatakan, pengelolaan wisata berbasis budaya perlu kerjasama antar Unit Perangkat Daerah (UPD).
Baca juga: 72 Festival di Jogja Hasilkan Ratusan Miliar Rupiah, Regulasi Kerap Jadi Penghambat
“Karena pariwisata tidak hanya dinas pariwisata tapi antar UPD,” paparnya.
Rencana dan Kerjasama
Selain itu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga perlu merencanakan dan bekerjasama untuk membangun wisata berbasis budaya.
“Harus duduk bareng, untuk menginventasisasi potensi berbasis data, dengan data berbasis masalah. Nantinya, masalah membutuhkan kebijakan, lalu kebijakan butuh regulasi, regulasi butuh konsolidasi. Untuk menciptakan wisata yang dicita-citakan, berbasis budaya, semua Pokdarwis harus ada diskusi. Wisata harus tiap hari ada, ini harus ada magnet
Selain itu, pengelolaan wisata juga perlu ditingkatkan kapasitasnya. “Perlu adanya pengelola secara SDM berkualitas. Sehingga dibutuhkan pengelola bagaimana destinasi wisata ada aktivitas setiap hari, bukan tiba-tiba ketika ada event,” katanya.
“Kotogede sangat berpotensi terhadap pariwisata, hanya dikembalikan ke pengelola. Kebijakan pemerintah ada semua, tinggal bagaimana konsep untuk mengelola pariwisata di Kotagede. Kotagede menjadi salah satu basis keistimewaan dengan kebudayaannya. Kita jual budaya destinasi, bangunan cagar budaya, kuliner budaya, semua ada cerita,” katanya.
Susanto Dwi Antoro, Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja berharap momentum ini bisa menjadi kebangkitan bersama bagaimana kawasan di Prenggan, di kawasan Sungai Gajahwong, menjadi kekuatan untuk membersamai peningkatan pemberdayaan ekonomi berbasis wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.