Advertisement

Siap-siap! Bakal Ada Wisata Jalur Rempah Tersembunyi di Pinggiran Sungai Code

Hadid Husaini
Minggu, 22 Januari 2023 - 11:27 WIB
Sunartono
Siap-siap! Bakal Ada Wisata Jalur Rempah Tersembunyi di Pinggiran Sungai Code Merti Kali Code. - Antara/Hendra Nurdiyansyah

Advertisement

Harianjogja.com, Terban –Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja akan mengembangkan berbagai potensi yang selama ini belum terlihat. Upaya itu dilakukan dengan mengajak kerja sama berbagai pihak guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

Lurah Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja Sigit Kusuma menjelaskan wilayahnya berupaya meningkatkan potensi yang dimiliki melalui dua ungkitan ekonomi. Ia menyebut akan ada jalur wisata rempah dan pasar anggrek di bantaran kali Code yang bakal menjadi salah satu destinasi wisata tersembunyi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Gerakkan Ekonomi Warga, Pasar Minggon Digelar di Code

Salah satunya dengan memborong berbagai macam jenis rempah dari Dinas Pertanian yang kedepan dikembangkan di pinggiran Kali Code dan Wilayah Terban. Ada beberapa jenis rempah yang akan dikembangkan dan sudah dibagikan kepada warga, di antaranya merica, cabai jawa, kemiri hitam, kunir putih, jahe dan lain-lain.

“Saat ini sedang dipersiapkan jalur inspeksi kali Code yang melewati RW 4, RW 5, dan RW 6, ini akan menjadi jalur wisata rempah. Ke depan ketika jalan itu sudah siap nanti tinggal grand opening,” ujar Sigit dalam sambutannya pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Terban Sabtu (21/1/2023). 

Selain itu di Bantaran Sungai Code juga akan dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata yang dapat mengungkit ekonomi dengan hadirnya Pasar Anggrek. “Tempatnya sudah kami persiapkan dan harapan tahun 2024 sudah bisa berjalan,” katanya.

Adapun untuk wilayah Terban bagian tengah dengan berbagai potensi nilai sejarah yang ada juga belum banyak dikembangkan sebagai destinasi wisata. Seperti Kampung Reksonegaran dan Kampung Sagan yang pernah dipakai Kabinet Pertama Republik Indonesia saat Yogyakarta menjadi Ibukota sementara. Adapula Rumah Sakit Dr. Yap yang genap berusia 100 tahun yang memiliki satu-satunya museum kesehatan mata di Asia.

BACA JUGA : Penggusuran Bangunan di Sempadan Kali Code Alot

Potensi itu akan dikembangkan melalui Paket Wisata yang dibuat oleh kelompok wisata. Apalagi Kelurahan terban sudah memiliki Kelompok Sadar Wisata yang telah tercatat di tingkat Provinsi oleh Gubernur DIY dengan Nomor SK 345/KEP/2022/30 September 2022. Acuan itu akan mempermudah berbagai kegiatan pariwisata karena sudah memiliki legalitas.

“Kami bekerja dengan kampus Akademi Pariwisata Indonesia karena punya prestasi menciptakan destinasi wisata terbaik yaitu wisata Nglanggeran,” katanya.

Sigit menambahkan rencana itu dimasukkan ke dalam Dokumen Musrenbang  untuk tahun 2024 atau melalui berbagai dana yang bisa dimaksimalkan seperti Dana Kelurahan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Anggota Dewan.

BACA JUGA : Asyik, Bayar Andong Wisata di Jogja Bisa Pakai QRIS

“Sehingga nanti dapat dibuat paket wisata heritage, warga Kampung Reksonegaran dan Terban akan diberikan pelatihan. Harapannya ini dapat menumbuhkan ekonomi warga sekitar,” Imbuh Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemahaman tentang Kanker Akan Turunkan Risiko Kematian

Sleman
| Senin, 06 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Bahaya Tidak Melepas Anting saat Tidur

Lifestyle
| Selasa, 07 Februari 2023, 04:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement