Advertisement
Menengok Lava Bantal, Destinasi yang Dahulu Hanya Jadi Objek Penelitian Mahasiswa
Sejumlah anggota komunitas penggerak lingkungan melakukan kegiatan bersih-bersih di objek wisata Lava Bantal, Berbah, Jumat (7/9 - 2018). Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Lava Bantal menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Sleman. Di sini pengunjung dapat menyaksikan pemandangan batuan hasil letusan api purba.
Objek Wisata Lava Bantal terletak di Dusun Watuadeg, Jogotirto, Berbah, Sleman. Destinasi wisata ini sempat ditetapkan menjadi tujuan wisata baru pada 2018.
Advertisement
Menurut beberapa sumber, awalnya objek wisata ini hanya menjadi lokasi penelitian bagi mahasiswa jurusan geologi dari kampus di DIY maupun luar DIY. Oleh seorang mahasiswa, foto bebatuan yang dilewati Kali Opak ini diunggah di media sosial dan akhirnya tenar seiring berjalannya waktu.
Orang-orang pun berduyun-duyun datang untuk memuaskan rasa penasarannya. Mereka datang dan memotret pemandangan di situ dan menggunggahnya pada media sosial mereka. Alhasil, Lava Bantal semakin terkenal.
Baca juga: Malas Jemur Handuk Setelah Mandi, 4 Bahaya Ini Siap Mengancam
Lava Bantal Berbah terbentuk pada awal masa aktif Gunungapi Purba Nglanggeran sekitar 36 juta tahun yang lalu. Lava Bantal terjadi karena retaknya lempengan benua Jawa di bawah Lava Bantal Berbah di dalam lautan sehingga keluarlah lava yang langsung menyentuh air laut, sehingga terbentuk struktur yang seperti bantal atau guling.
Berdasarkan informasi dari beberapa sumber, dinamakan Lava Bantal karena bentuknya bertumpuk-tumpuk menyerupai bantal. Permukaan lava di Lava Bantal hitam seperti terbakar karena efek pendinginan yang cepat pada saat menyentuh air.
Menurut informasi, Lava Bantal sebenarnya terletak di perbatasan tiga kalurahan yakni Kalurahan Kalitirto, Jogotirto, dan Tegaltirto. Posisi batuan Lava Bantal terletak di sebelah barat Kali Opak yang masuk Desa Kalitirto. Sementara untuk lokasi parkir dan fasilitas lain berada di seberang kali sebelah timur, yang terletak di Desa Jogotirto.
Sekitar 250 meter ke arah selatan, ada sebuah embung yang menjadi daya tarik wisatawan. Embung tersebut terletak di Desa Tegaltirto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Rute dan Tarif Trans Jogja ke Destinasi Wisata dan Kawasan Strategis
Advertisement
Tanda Sepele di Feses Anak Bisa Jadi Alarm Dini Pencernaan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







